Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150 Ribu, Begini Tanggapan RS di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 18:26 WIB
rs husada utama
Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya/RS Foto: Esti Widiyana

"Setuju saja kalau harganya memang sesuai. Karena kita juga nggak bisa. Kita istilahnya nggak jual alat, kita juga harus memperhatikan kualitas dari alat itu sendiri," kata Kepala Unit Pemasaran dan Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, Sylvia Sumitro.

"Jadi kalau Rp 150 ribu itu kan tiba-tiba muncul ketentuan seperti itu. Padahal modalnya aja nggak segitu, belum tenaga medisnya, cost yang lain," tambahnya.

Sylvia menambahkan, di RS Adi Husada Undaan Wetan, rapid test menggunakan sampel pembuluh darah vena, sampel serum yang harus diambil darahnya, diputar di alat, ditaruh ke lab dan melalui proses. Artinya tidak asal mengambil dan diperiksa.

"Sebelum mengeluarkan hasil ada prosesnya. Kita memang dari RS Adi Husada Undaan Wetan sendiri belum bisa memenuhi itu. Diimbau harga segitu katanya sih menggunakan alat rapid test bikinan Indonesia sendiri dan harganya lebih murah. Tapi kenyataannya barangnya belum ada. Mangkanya PERSI bilang nggak papa kasih harga segitu kalau emang barangnya sudah ada," jelasnya.

RS Adi Husada Undaan Wetan masih mematok tarif normal untuk rapid test yakni Rp 450 ribu. Lalu ada tarif promo untuk bidang pendidikan sampai akhir Juli, yakni Rp 200 ribu.

Halaman

(sun/bdh)