Ini Tahap Sebelum dan Sesudah Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Al-Akbar

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 21:45 WIB
Sapi kurban Presiden Joko Widodo disembelih hari ini di Masjid Al Akbar Surabaya. Uniknya sebelum disembelih, sapi Jokowi disambut red carpet yang terbentang menuju tempat penyembelihan.
Pendistribusian daging kurban menggunakan besek di Masjid Al Akbar (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini tentunya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebab saat ini sebagian besar di dunia mengalami pandemi COVID-19. Bahkan saat penyembelihan hewan kurban pun berbeda, biasanya dapat dilihat kini dilakukan secara tertutup.

"Tahap pemotongan nanti ada di lantai dasar Masjid Al-Akbar secara tertutup, tidak untuk umum di area seluas 2.000 meter persegi dan semua petugas menggunakan APD," kata Humas Masjid Al Akbar Helmy M Noor saat dihubungi detikcom, Senin (13/7/2020).

Sebelum disembelih sampai didistribusikan kepada masyarakat, terdapat lima tahapan. Mulai dari transit hingga pendistribusian.

"Hewan masuk transit, hewan dipotong, hewan dicacah tulang sama dagingnya, daging di-packing dan distribusi," ujarnya.

Dari tahap satu sampai lima terdapat sekat. Sehingga, hewan yang akan disembelih tidak melihat temannya dicacah. Proses kelima tahap akan diawasi supervisi Fakultas Kedokteran Hewan Unair dan Dinas Peternakan.

Sedangkan proses packaging daging kurban, Masjid Al-Akbar akan menggunakan besek agar ramah lingkungan. Artinya tidak lagi dibungkus menggunakan plastik.

"Beseknya juga sudah order, masing-masing sekitar 1,5kg. Jumlahnya sementara target kita 2.000 besek," kata dia.

Sementara pendistribusiannya, Masjid Al-Akbat tahun ini juga tidak membagikan daging kurban di tempat maupun menyebar kupon. Mengingat masih pandemi COVID-19, panitia pun membagikan dengan mendatangi sasaran.

"Yang kita lakukan, panitia mendatangi sasaran yang dibagi kerja sama dengan satgas COVID-19 atau RT/RW. Sehingga langsung dibagi ke rumah masing-masing," ujarnya.

Selain itu juga terdapat tahap ramah lingkungan. Di mana biasanya jeroan hewan kurban dicuci di sungai yang dapat mencemari lingkungan, di Masjid Al-Akbar tidak demikian. Jeroan itu akan dibersihkan kemudian dimasak dengan air panas di area penyembelihan setelah itu dipotong-potong dan bisa didistribusikan.

"Limbah seperti kotoran, darah juga akan dimanfaatkan menjadi kompos sehingga berfungsi untuk memupuk aneka tanaman tetumbuhan di sekitar Al-Akbar. Yang berbeda pasti lokasi akan disemprot disinfektan, disiapkan cuci tangan, kita siapkan hand sanitizer, kita siapkan handscoon. Tapi yang menarik di Al Akbar tempat pemotongan hewan itu tidak di alam terbuka, sehingga masyarakat tidak bisa mendekat. Kemudian petugas kita 100 orang, jadi aman," pungkasnya.

(iwd/iwd)