Menkes Terawan Dikabarkan Pindah Kantor di Surabaya, Kenapa?

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 21:06 WIB
menkes terawan
Saat Menteri Terawan bertemu dengan OPD Pemprov Jatim (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Beredar kabar Menkes Terawan Agus Putranto pindah kantor di Surabaya. Beberapa foto yang beredar menunjukkan Menkes Terawan berada di suatu ruangan dengan beberapa OPD Pemprov Jatim.

Dalam foto tersebut tampak Menkes Terawan didampingi Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kadinkes Jatim Herlin Ferliana, dan 3 laki-laki lainnya dalam 1 ruangan.

Saat dikonfirmasi soal Menkes RI pindah kantor, Kadinkes Jatim, Herlin menyebut pertemuan tersebut bukan ajang pindah kantor Menkes RI melainkan hanya kunjungan untuk melihat kondisi Jatim.

"Kok ngantor di Surabaya. Gak benar. Karena Menkes sekarang di Jakarta. Dan beliau sering ke sini, kemarin ke sini saya dampingi bersama Sekdaprov Jatim ada juga tim kementerian. Sorenya sudah pulang jam 5 pesawatnya," kata Herlin kepada detikcom, Senin (13/7/2020).

Herlin menjelaskan kunjungan Menkes Terawan berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Jatim. Selain itu, Menkes juga mendatangi RS Darurat Kogabwilhan II di Indrapura.

"Saya di kantor, gak benar ada kabar Menkes ngantor di Surabaya. Ini lo saya masih di kantor, Pak Menkes dicari gak ada, orangnya di Jakarta," jelasnya.

Herlin menyampaikan kunjungan Menkes tersebut membahas terkait BPJS, COVID-19 hingga kinerja Dinkes. "Biasa koordinasi. Tapi kalau bahasan COVID-19, tanya ke satgasnya jangan ke saya," jelasnya.

Selain itu, Menkes bersama Dinkes Jatim tengah membahas insentif untuk para tenaga kesehatan.

"Kan semuanya pada pingin cepet ingin turun (insentifnya). Kita bahas strateginya kayak apa, berkas-berkas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) yang baru, jadi gak perlu ke Jakarta. Dari Dinkes Provinsi ke BPKAD Jatim, sehingga memotong rantai tidak perlu kementerian," terang Herlin.

Herlin menambahkan sejauh ini, insentif di Jatim baru turun ke-16 institusi. "Kalau berapa persen saya gak tahu. Jumlah insentif, baru turun di 16 di institusi. Baik itu rumah sakit, dinas. Di beberapa RS di Sidoarjo sudah turun," pungkasnya.

(iwd/iwd)