Viral Bus Blitar-Surabaya Penuh Sesak Penumpang Saat Pandemi

Erliana Riady - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 17:08 WIB
viral bus penuh sesak
Bus jurusan Surabaya-Blitar yang penus sesak (Foto: Tangkapan layar)
Blitar -

Sebuah postingan kondisi bus jurusan Blitar-Surabaya lewat Pare penuh sesak penumpang, viral di medsos. Pengelola bus mengakui kebenaran postingan itu dengan dalih mengganti rugi perjalanan sepi semasa pandemi.

Akun Iwan Ferdian Fahrudi memposting foto bus penuh sesak tersebut. Foto tersebut diberi caption, 'Yang masih penhen menerapkan protokol kesehatan selama pandemi ini sebaiknya dipikir lagi ketika naik kendaraan umum. Meskipun kursi disilang2 utk jaga jarak, kenyataannya tetap full sampe berdiri2. dan ada yang gak pake masker atau pake maskernya nggak bener Semoga kita semua selalu diberi kesehatan Terima kasih utk respon netizen yang luar biasa. Semua kembali kepada anda'.

Postingan ini menjadi viral karena sampai pukul 15.50 WIB sebanyak 2.753 netizen suka dan memberikan komentar. Sebagian besar mendukung yang dilakukan bus supaya tidak merugi. Sebagian lagi bingung dengan aturan new normal.

Seperti komentar akun Ferlita Putriani Hanafi yang menulis diantaranya "yo iku jenenge new normal, lek gak ngono kapan isok oleh pemasukan dan seterusnya...."

Sementara akun Robby Fajar terang-terangan berkomentar tidak percaya adanya virus Corona. Dia berkomentar "aku bro sing ora percoyo karo Corona," tulisnya.

Kepala Terminal Patria Kota Blitar Verie Sugiharto mengatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi foto tersebut ke pengelola armada. Dan mereka mengakuinya dengan alasan tetap menerima penumpang untuk mengganti kerugian selama perjalanan sepi akibat pandemi Corona.

"Iya pihak pengelola membenarkan. Itu terjadi pada Minggu (12/7) trayek terakhir yang berangkat dari terminal pukul 16.35 WIB dengan jumlah penumpang 17 orang," jawab Verie dikonfirmasi detikcom, Senin (13/7/2020).

Verie mengaku pihak terminal tetap menegakkan disiplin protap Corona sesuai SE Kemenhub no 11 tahun 2020. Di mana zona kuning dan oranye angkutan umum hanya boleh mengangkut 50-70 persen kapasitas bus antar kota maupun antar provinsi.

"Pengelola ya bilangnya dilema. Penumpang penuh semalam itu di luar ekspektasi mereka dan tidak bisa menolak karena memang sudah tidak ada bus lagi menuju Surabaya. Namun kami sudah beri teguran secara lisan supaya tidak sampai terulang," jelasnya.

Menurut Verie, pihak terminal tidak bisa memantau kondisi penumpang bus sampai tiba di tempat tujuan. Untuk itu, Verie menilai perlu dibangun lagi check point di setiap perbatasan kota untuk mengantisipasi adanya angkutan umum yang menyalahi protap Corona.

Tonton video 'Ada Bus Physical Distancing ala Jawa Tengah':

(iwd/iwd)