Sejumlah Orang akan Tagih Kelanjutan Dugaan Pencabulan Anak Kiai Jombang

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:36 WIB
Sejumlah Massa akan Gelar Sejumlah Massa akan Gelar Aksi
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Sejumlah massa tergabung dalam Aliansi Kota Santri Melawan Kekerasan Seksual akan menggelar aksi di depan Mapolda Jatim, Rabu (15/7). Aksi ini untuk mempertanyakan bagaimana kelanjutan kasus dugaan pencabulan santri anak kiai di Jombang, MSAT.

Tim Kuasa Hukum Korban, Palupi Pusparini mengatakan kasus ini telah dilimpahkan ke Polda Jatim sejak 15 Januari 2020. Namun hingga sekarang, belum jelas bagaimana kelanjutan kasus. Palupi menyebut hingga kini, pelaku masih belum ditahan.

"Ini subjektif dari teman-teman aliansi kami melihat bahwa pihak penyidik itu terkesan mengulur-ulur waktu karena proses pelimpahan di Polda itu sejak 15 Januari 2020 tapi hingga sekarang belum ada upaya penahanan terhadap tersangka meskipun di bulan Februari itu pernah ada upaya itu namun gagal," papar Palupi kepada detikcom di Surabaya, Senin (13/7/2020).

Palupi menyayangkan kinerja Polda Jatim yang dinilainya cukup lambat dalam menangani kasus ini. Dia ingin kasus ini segera ditangani agar pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya.

"Dari Februari hingga sekarang belum ada upaya untuk menahan tersangka. Ini kita lihat mengapa pekerja kepolisian sama saja dengan kerja di Polres kemarin. Padahal kita tahu Polda merupakan institusi yang kuat dan memiliki pengaruh lebih besar, tetapi mengapa justru kami melihatnya justru mengolor-olor," sesalnya.

Aksi damai ini rencananya akan diikuti puluhan massa. Tak hanya dari Jombang, Palupi mengatakan ada sejumlah massa dari Surabaya yang juga terketuk untuk bergabung.

"Awalnya memang dari Jombang, awalnya Aliansi Kota Santri memang dari Jombang. Kemudian dukungan ini mendapatkan respon yang cukup baik dari teman-teman di Surabaya. Dukungan tidak hanya dukungan massa aksi, tapi dukungan petisi dan desakan. Jadi kalau aksi sendiri direncanakan selain dari Jombang juga ada kawan-kawan dari Surabaya yang akan terlibat," imbuhnya.

Sementara itu, aksi ini juga akan menerapkan protokol pencegahan terlebih Surabaya masih menjadi zona merah COVID-19. Palupi mengatakan pihaknya siap menerapkan protokol kesehatan.

"Pasti, pemakaian masker pasti bisa kita lakukan. Kemudian jaga jarak akan kita upayakan. Artinya dalam melakukan aksi damai besok di Polda itu kita akan menerapkan protokol pencegahan COVID-19," ungkapnya.

Tak hanya itu, Palupi juga mengatakan pihaknya juga telah mengirim pemberitahuan aksi ke kepolisian. Dia berharap suara rakyat bisa didengar agar kasus ini segera tertangani sehingga tidak ada korban lainnya.

"Sifatnya bukan perizinan, tapi pemberitahuan aksi. Kita tidak menunggu adakah izin atau tidak. Kami hanya menyampaikan berdasarkan UU menyampaikan pendapat di muka umum, kami memberitahukan tanggal 15 jam 10 kami akan menggelar aksi damai di depan Polda Jatim. Harapannya Polda juga menyiapkan pengamanannya sesuai prosedur yang berlaku di masing-masing instansi," harapnya.

(hil/fat)