Tak Pake Masker, Pengunjung Warnet di Kota Blitar Dihukum Push Up

Erliana Riady - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:18 WIB
pengunjung wanet dihukum push up
Pengunjung warnet yang dihukum push up karena tak pakai masker (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Beberapa pengunjung warnet di Kota di hukum push up. Itu setelah mereka diketahui tak mengenakan masker saat dilakukan razia.

Sanksi tegas mulai diterapkan tim gabungan menyusul telah terbitnya Perwali Kota Blitar tentang kewajiban memakai masker bagi seluruh warga yang beraktivitas di luar.

Perwali Kota Blitar nomor 47 tahun 2020 mengatur sanksi tegas soal kewajiban memakai masker. Kewajiban itu berlaku bagi siapapun dan dimanapun selama beraktivitas di ruang publik. Atau aktivitas interaksi dengan orang banyak, walaupun di dalam ruangan.

Hari ini, tim gabungan melakukan patroli ke beberapa titik. Seperti sekitar Alon-alon Kota Blitar, pasar tradisional dan warnet. Di beberapa warnet, ditemukan masih banyak warga kota yang didominasi anak muda tidak memakai masker.

"Ini tadi kami hukum push up ada lima orang. Mereka abai tidak memakai masker. Ini merupakan tindakan pembinaan, agar besok mereka tertib memakai masker," kata KSPK Polresta Blitar Ipda Yuno Sukaito kepada detikcom, Senin (13/7/2020).

Mengapa besok, karena Perwali Kota Blitar soal wajib bermasker memang mulai diberlakukan Selasa (14/7). Sanksi juga mengancam pemilik usaha yang tidak mengindahkan aturan itu.

"Pemilik usaha yang ketahuan tidak memakai masker akan disanksi teguran pertama, kedua. Sampai pada pencabutan sementara izin usahanya," tegasnya.

Kota Blitar sendiri menerapkan kewajiban memakai masker untuk mencegah penularan virus Corona. Walaupun masuk zona kuning, namun jumlah pasien yang terpapar COVID-19 terus bertambah. Sampai tanggal 12 Juli, terdata ada 17 pasien terkonfirmasi positif Corona. Dengan rincian 8 sembuh, 7 dirawat dan 2 meninggal.

Sedangkan jumlah PDP total sebanyak 10 orang. Rinciannya 6 selesai pengawasan, satu masih dalam pengawasan dan tiga orang meninggal. Dan jumlah ODP total sebanyak 218 orang. Dengan rincian 215 selesai dipantau, satu masih dipantau dan dua orang meninggal dunia.

(iwd/iwd)