Bocah 5 Tahun Dibunuh, Orang Tua Diimbau Tak Beri Anak Perhiasan Berlebihan

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 17:59 WIB
pembunuhan di pasuruan
Ibu korban (baju biriu)/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

RH (5), bocah perempuan di Pasuruan dibunuh secara keji setelah diperkosa dan perhiasannya dirampas. Peristiwa itu diharapkan menjadi renungan bersama terutama orang tua agar meningkatkan pengawasan pada anak-anaknya.

"Bagi para orang tua, harus meningkatkan pengawasan pada anak-anak. Selain pengawasan langsung, salah satu caranya dengan meminimalisir potensi orang punya niat jahat, tidak memakaikan perhiasan berlebihan. Jangan terlalu berlebihan," kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (PPT PA) Kebupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf, usai bertemu dengan orang tua korban, Jumat (10/7/2020).

Lulis mendatangi rumah korban di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, bersama tim dari kementerian sosial. Kedatangan mereka menyampaikan bela sungkawa dan dukungan moral pada keluarga.

"Semoga kedua orang tua adik ini diberikan kekuatan dan kesabaran," ungkapnya.

Tim dari kementerian sosial akan memantau proses hukum kasus tersebut. Pelaku harus mendapatkan hukuman agar ada dampak efek jera. Sehingga kasus serupa bisa ditekan.

"Yang kita lakukan adalah langkah hukum supaya pelaku memilki efek jera. Karena dia telah melanggar UU perlindungan anak, ada persetubuhan anak di bawah umur, pembunuhan dan perampokan," kata, Primadita Wulandari, pekerja sosial yang bertugas di Kabupaten Pasuruan.

RH, bocah perempuan berusia 5 tahun ditemukan tewas di saluran irigasi di Dusun Klompang, Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2020). Penemuan mayat korban menggegerkan warga.

Polisi sudah menetapkan pasangan suami-istri Tohir (27) dan istrinya Ifa Maulaya (19), yang merupaka tetangga korban. Sebelum dibunuh, korban diperkosa oleh Tohir dan perhiasannya dilucuti Ifa Maulaya atas perintah suaminya.

(iwd/iwd)