Pelayanan Dispendukcapil Tulungagung Dipecah di Empat Titik Saat Pandemi

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 19:33 WIB
Pemohon Aminduk di Dispendukcapil Tulungagung Membeludak
Foto: Istimewa
Tulungagung -

Pemkab Tulungagung memaksimalkan empat lokasi pelayanan cetak KTP Elektronik. Ini mencegah kerumunan warga di Kantor Dispendukcapil.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro, mengatakan empat pelayanan tersebut berada di Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Kantor Kecamatan Ngunut, Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Kauman dan Dispendukcapil Tulungagung.

"Untuk Paten Kecamatan Ngunut melayani masyarakat dari Kecamatan Ngunut sendiri, kemudian Rejotangan, Sumbergempol dan Kecamatan Pucanglaban. Sedangkan Paten Kecamatan Campurdarat melayani masyarakat dari Campurdarat, Kecamatan Pakel, Bandung dan Besuki," kata Galih, Kamis (9/7/2020).

Sementara itu Paten Kecamatan Kauman melayani pencetakan KTP Elektronik untuk warga di Kecamatan Kauman, Gondang, Karangrejo dan Kecamatan Sendang. Khusus Dispendukcapil Tulungagung memberikan lalayan cetak TKP untuk warga yang berasal dari Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru, Booyolangu dan Ngantru.

"Dengan pembagian berdasarkan wilayah, kami berharap masyarakat akan lebih tertib dan tidak perlu berjubel jadi satu di Dispendukcapil Tulungagung," ujarnya.

Galih menambahkan, Untuk beberapa dokumen kependudukan lain juga bisa diurus secara online melalui website www.layananonline.dukcapil.kemendagri.go.id. Pemohon bisa mencetak sendiri pada kertas HVS dan akan dilengkapi dengan barcode.

"Barcode itu nanti sebagai kode verifikasi keaslian data," ujar Galih.

Rayonisasi layanan tersebut dilakukan, karena beberapa waktu lalu jumlah warga yang melakukan pengurusan adminstrasi kependudukan membeludak. Kondisi tersebut kontradiktif dengan imbauan jaga jarak di tengah masa pandemi CoVID-19.

Bahkan video yang menggambarkan serbuan warga yang mengantre di Dispendukcapil Tulungagung tersebut sempat viral di media sosial. Ratusan warga yang mengantre sejak pagi langsung berebut masuk ke loket pendaftaran saat pintu gerban dibuka. Mereka tampak tak mempedulikan protokol kesehatan.

Dampaknya petugas pelayanan sempat kewalahan mengatur kerumunan massa dan harus mengingatkan berulang kali untuk tetap tertib dan menjaga jarak, guna meminimalisir potensi penularan COVID-19. Membeludaknya masyarakat yang melakukan pengurusan administrasi kependudukan mencapai puncaknya pascapenutupan kantor selama beberapa hari serta memasuki masa pendaftara siswa baru.

(fat/fat)