Masyarakat Mulai Abai COVID-19, Sejumlah Jalan di Kota Kediri Ditutup

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 21:30 WIB
Sejumlah ruas jalan di Kediri ditutup
Polisi berjaga di salah satu ruas jalan yang ditutup (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri -

Lantaran dianggap abai dan meremehkan pandemi COVID 19, sejumlah titik jalan pusat keramaian di Kota Kediri ditutup polisi. Penutupan dilakukan untuk meminimalisir kerumunan di beberapa titik keramaian.

"Kami melakukan beberapa pengalihan arus di beberapa ruas jalan di Kota Kediri, tujuannya agar mengurangi kerumunan massa," jelas Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, Rabu (8/7/2020).

Menurut Miko, kerumunan massa jika terus terjadi ditakutkan akan menambah angka terpapar COVID-19 di masyarakat.

"Kita menghindari kerumunan massa harapannya agar dapat memutus rantai COVID-19 di Kota Kediri, karena pandemi ini belum berakhir," imbuh Miko.

Miko menambahkan beberapa ruas jalan yang di tutup pada malam ini antara lain Jalan Dhoho, Jalan Taman Sekartaji, Taman Brantas, PK Bangsa, Sudirman, serta Jalan H.O.S Cokroaminoto.

Lebih lanjut Miko menghimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi anjuran gugus tugas dan menaati protokol kesehatan yang ada.

Senada dengan Miko, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr. Fauzan Adhima menilai masyarakat Kediri mulai acuh dengan kondisi pandemi yang masih mengancam di wilayahnya.

Hal itu terlihat dari mulai banyaknya masyarakat yang memadati Kawasan-kawasan tertentu di Kota Kediri seperti Jalan Dhoho dan beberapa jalan lain.

"Yang kita khawatir kan terjadinya gelombang kedua, karena sudah landai sudah tidak ada kasus masyarakat sudah mulai abai, cuek, seolah meremehkan pandemi ini," jelas Fauzan.

Gelombang kedua tersebut kata Fauzan kemungkinan besar akan terjadi jika masyarakat masih tetap seenaknya tidak menghiraukan aturan yang ada.

Fauzan juga menyebut, masyarakat harus mempunyai kesadaran penuh akan virus yang telah menjalar ke puluhan ribu orang di Indonesia ini. Kesadaran itu luntuk meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19.

"Makanya kami sesuai dengan apa yang dikatakan presiden, masyarakat harus mempunyai perasaan yang sama bahwa pandemi ini belum berakhir, dan saling menjaga, dengan mematuhi protokol kesehatan," pungkas Fauzan.

(iwd/iwd)