Percepat Masa Tanam, Upaya Jatim Tetap Surplus Padi di Tengah Kemarau

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 17:05 WIB
sawah
Foto: Eko Sudjarwo
Surabaya -

Musim kemarau basah telah memasuki wilayah Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki cara agar tetap surplus padi meski berada di tengah kemarau. Salah satunya menggalakkan percepatan tanam padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo mengatakan percepatan tanam padi ini merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Hadi menyebut percepatan tanam padi ini diuntungkan, sebab pada kemarau tahun ini merupakan musim kemarau basah. Artinya pada bulan Juli, masih ada sisa hujan yang bisa ditampung untuk tanaman padi. Namun, ada sejumlah dampak negatif.

"Tapi kemarau basah ini juga ada dampak minusnya yaitu masalah hama penyakit, terutama wereng dan tikus," kata Hadi di Surabaya, Selasa (7/7/2020).

Untuk itu, Hadi meminta petani dan dinas pertanian kabupaten atau kota untuk mewaspadai hama ini. Pihaknya juga siap mensuplai obat penghilang hama.

"Kita sudah koordinasi untuk antisipasinya jika sewaktu-waktu butuh obat kami siap mensuplai. Daerah harus mengajukan terlebih dahulu, tapi kalau kabupaten kota bisa menyelesaikan sendiri ya sudah," imbuhnya.

Sementara itu, Hadi mengatakan gerakan ini telah dimulai di enam daerah penghasil beras terbanyak di Jatim. Keenam daerah tersebut yakni di Jember, Ngawi, Nganjuk, Bojonegoro, dan Tuban. Hal ini akan disusul daerah lain.

"Nantinya kabupaten/kota yang lain mengikuti. Termasuk sudah ada tambahan Kabupaten Sumenep yang juga sudah menjalankan percepatan tanam padi," lanjutnya.

Hadi menjelaskan pertanian merupakan sektor yang paling aman dari dampak Pandemi COVID-19. Termasuk untuk distribusi hasil pertanian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta gugus tugas. Hal ini agar hasil pertanian bisa terjual dan tidak memberatkan petani.

"Kita juga sudah melakukan pemetaan ketersediaan stok pangan. Dan jangan sampai ada kendala karena Jawa Timur ini andalan Indonesia. Produksi padi kita selalu surplus" papar Hadi.

Dari data yang dihimpun, Jatim merupakan salah satu wilayah berstatus lumbung pangan nasional. Yang mana, Jatim memiliki luas panen pada semester I 2020 seluas 1.120.153 ha. Sedangkan untuk produksi padi pada semester I ini diperkirakan mencapai 6.185.310 Ton GKG atau setara dengan 4.066.348 ton beras.

Jika potensi konsumsi Jatim diperkirakan mencapai 2.133.143 ton beras, pada Semester I 2020 ini surplus beras Jatim mencapai 1.933.205 ton beras.

(hil/iwd)