Kecewa Bansos Pemerintah, Pria di Jombang Gelar Demo Tunggal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 20:15 WIB
Kecewa dengan Bansos Pemerintah, Pria di Jombang Gelar Demo Tunggal
Demo tunggal di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Seorang pria menggelar demo tunggal di depan kantor Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dia merasa kecewa karena hanya mendapatkan bantuan sosial senilai Rp 200.000 per bulan.

Unjuk rasa tunggal dilakukan M Zainuri (50), warga Dusun Sugihwaras, RT 5 RW 4, Desa Bandung. Dia mengawali aksi protesnya dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari rumahnya menuju kantor Desa Bandung.

Tukang pijat keliling ini membawa sejumlah poster yang berisi kekesalannya kepada Pemerintah Desa Bandung. Salah satunya bertuliskan 'Seharusnya saya dapat bantuan yang pertama kok malah dapat bantuan yang terakhir. Hebat kan? Jos! Yo iki nang desoku'. Sampai di depan kantor desa, dia hanya berdiri diam.

Zainuri melakukan demo tunggal karena kesal dengan kebijakan Pemdes Bandung. Dia menilai pemerintah tidak adil dalam membagikan bantuan sosial terhadap warga terdampak wabah virus Corona. Khususnya kepada dirinya.

"Saya tidak menuntut berlebihan. Seperti kalau membagi-bagikan (bansos) harus riel. RT juga harus ada sosialisasi sebelumnya. Saya dari awal tidak pernah diminta KK," kata Zainuri kepada wartawan di lokasi, Senin (6/7/2020).

Kecewa dengan Bansos Pemerintah, Pria di Jombang Gelar Demo TunggalPria di Jombang Gelar Demo Tunggal/ Foto: Enggran Eko Budianto

Sebagai tukang pijat, Zainuri mengaku terdampak wabah virus Corona. Jasa pijat yang dijajakan suami Endang Widuri ini tidak laku sejak COVID-19 merebak. Dia terpaksa menggadaikan rumah yang dia tinggali untuk bertahan hidup.

"Istri saya sudah jengkel, utang sudah banyak. Rumah sudah saya gadaikan," ungkapnya.

Di tengah kesulitan ekonomi yang dialami, pemerintah tidak memasukkan namanya sebagai penerima bansos tunai dari Kementerian Sosial maupun dari dana desa Bandung senilai Rp 600.000 per bulan. Dia kecewa karena hanya diberi bansos dari Pemprov Jatim senilai Rp 200.000 per bulan. Bantuan tersebut baru dia terima hari ini.

"Bantuan Rp 200.000 saya ambil untuk dibuat liwetan anak-anak yang biasa ke warung istri saya. Karena bantuan tidak bernilai," tegasnya.

Kepala Desa Bandung Mukhtarom mengaku telah berusaha maksimal agar warganya yang terdampak pandemi COVID-19 mendapatkan bantuan dari pemerintah. Terkait protes dari Zainuri, pihaknya berjanji akan mengajukannya agar menerima bansos tunai yang nilainya lebih besar.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Kalau dari atas ada tambahan kuota lagi, kami masukkan," tandasnya.

(fat/fat)