Wagub Emil Wanti-wanti Jangan Asal Buka Destinasi Wisata

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 09:55 WIB
wagub emil dardak
Wagub Emil selfie (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewanti-wanti agar pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya agar berhati-hati sebelum mengaktifkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

"Sesuai arahan presiden, jangan digebyah uyah tiba-tiba semua harus langsung (buka). Karena kita harus lihat risikonya juga. Makanya dilihat, ini kombinasi antara atensi dari pemerintah terhadap pelaku ekonomi yang terdampak di masa transisi ini, kita hati-hati betul melihat perkembangan dari penyebaran COVID-19," kata Emil, Sabtu (4/7/2020).

Pemerintah daerah wajib melakukan analisa dan kajian terlebih dahulu sebelum mengoperasionalkan kembali sektor pariwisata maupun ekonomi lainnya. Jika dari hasil kajian menunjukkan potensi penularan rendah dan terkendali, maka dipersilakan untuk buka, sedangkan jika sebaliknya disarankan untuk menunda terlebih dahulu.

"Nah kembali masing-masing Bupati dan pemerintah kabupaten/kota, agar melakukan analisis betul sektor mana yang mau dibuka," ujarnya.

Emil berharap pemerintah daerah tidak tergesa-gesa, namun harus melihat urgensinya terlebih dahulu, sekaligus menganalisa sejauh mana kontribusi sektor tersebut terhadap pergerakan ekonomi setempat. "Lihat juga risikonya," imbuhnya.

Emil menambahkan di masa pandemi COVID-19 pemerintah daerah juga harus memperhatikan para pelaku ekonomi yang terdampak. Sehingga mereka tidak sampai mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.

Menurutnya beberapa sektor pariwisata di Jawa Timur mulai mempersiapkan diri dengan sejumlah strategi dan protokol kesehatan yang ketat sebelum membukanya kembali untuk umum.

"Kalau pariwisata yang seperti relatif siap Banyuwangi, kemudian sektor industri di wilayah Surabaya raya juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sektor perdagangan, seperti pasar, Trenggalek sepertinya juga sudah mulai dengan protokol kesehatan," jelasnya.

(iwd/iwd)