Pilwali Surabaya 2020

Dikabarkan Dapat Rekom PDIP, Whisnu: Belum Ada Keputusan Resmi DPP

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 21:47 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyampaikan, pemkot berencana membangun moda transportasi subway. Perencanaan itu dilakukan setelah usulan transportasi trem ditolak pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana angkat bicara terkait namanya yang disebut sudah mendapat rekom dari DPP PDIP guna maju dalam Pilwali Surabaya. Benarkah Whisnu sudah mendapat rekom?

"Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari DPP PDI Perjuangan," kata Whisnu Sakti di Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Whisnu menyebut berita tentang dirinya sudah mendapatkan rekom dari PDI Perjuangan tidak benar. Karena sampai saat ini rekom masih belum turun.

Whisnu meminta seluruh lapisan masyarakat di Kota Surabaya dan juga para kader kader PDIP di Kota Surabaya untuk tenang dan bersabar. jangan sampai membuat gaduh ketenangan Kota Surabaya hanya karena berita tersebut.

"Mohon jangan gaduh dulu. Saya secara pribadi tetap tunduk, patuh dan tegak lurus kepada keputusan resmi DPP PDI Perjuangan dan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri," pungkas Whisnu.

Sempat beredar kabar jika Whisnu Sakti Buana yang saat ini kasih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya mendapat rekom DPP PDIP untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020.

Bahkan, di saat yang bersamaan, Armuji, anggota DPRD Jatim dari PDIP dan juga Bakal Calon Wakil Wali Kota (bacawawali) Surabaya yang dikabarkan akan maju bersama Eri Cahyadi tiba-tiba membatalkan maju dengan alasan dihalangi oleh seseorang dari DPC PDIP Surabaya.

(iwd/iwd)