Hari Pertama Wisata di Mojokerto Dibuka, Banyak Pengunjung Tak Pakai Masker

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 18:24 WIB
wisata mojokerto
Banyak pengunjung yang masih enggan mengenakan masker (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Mulai hari ini, Pemkab Mojokerto kembali membuka sejumlah tempat wisata yang ditutup karena wabah virus Corona. Sayangnya pada tahap uji coba ini, banyak pengunjung yang tidak memakai masker di dalam tempat wisata.

Dibukanya kembali sejumlah objek wisata di Bumi Majapahit ini menyusul adanya Surat Edaran Bupati Mojokerto nomor 440/1449/416.105/2020 tanggal 3 Juli 2020. SE yang ditandatangani Bupati Pungkasiadi ini mengatur Tatanan Normal Baru Pencegahan Pandemi COVID-19 di Kabupaten Mojokerto.

Salah satu objek wisata yang dibuka hari ini yaitu pemandian Ubalan di Kecamatan Pacet. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto menerapkan protokol kesehatan bagi para wisatawan yang akan masuk.

Mulai dari mewajibkan setiap wisatawan memakai masker, menyediakan bilik disinfektan, mewajibkan menjaga jarak satu sama lain, mencuci tangan dengan sabun, hingga imbauan untuk menaati protokol kesehatan melalui pengeras suara.

Meski begitu, banyak wisatawan yang masih saja membandel. Mereka nekat melepas masker saat sudah di dalam tempat wisata Ubalan. Nampak mereka duduk-duduk di kursi pengunjung tanpa memakai masker.

Terlebih lagi wisatawan yang sedang bermain air. Tak seorang pun yang memakai masker. Baik di permainan air untuk anak-anak, maupun di kolam renang.

Seperti yang dilakukan Edi Sunarko (46), pengunjung asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Dia berdalih tidak memakai masker karena sedang berenang.

"Kalau berenang tidak mungkin pakai masker, kesulitan bernafas nanti," kata Edi kepada detikcom di lokasi, Sabtu (4/7/2020).

Kondisi yang sama terjadi di wisata pemandian air panas Padusan di Kecamatan Pacet. Banyak pengunjung melepas masker mereka saat di dalam tempat wisata. Kedua objek wisata yang dikelola Pemkab Mojokerto ini belum ramai pengunjung.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan petugas pengawas untuk menegur para pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan di dalam tempat wisata. Baik yang tidak memakai masker maupun yang tidak menjaga jarak.

"Nanti ada petugas khusus yang keliling mengingatkan mereka. Juga kami putar imbauan melalui pengeras suara. Kalau tak mau pakai masker kami minta keluar," terangnya.

Amat mengakui memang melonggarkan protokol kesehatan di dalam kolam renang. Menurut dia, wisatawan tidak diwajibkan memakai masker agar leluasa berenang.

"Kalau di kolam renang, sebelum dan sesudah harus pakai masker. Kalau penuh, kami batasi kolam renangnya," tegasnya.

Ia menuturkan hanya beberapa tempat wisata di Kabupaten Mojokerto yang dibuka mulai hari ini. Yaitu makam Troloyo di Kecamatan Trowulan, Ubalan, Padusan, air terjun Dlundung, petirtaan Jolotundo dan Coban Canggu.

"Kami uji coba dulu sampai seminggu ke depan. Kalau ada kekurangan protokol kesehatan, kami perbaiki," jelasnya.

Sayangnya, Pemkab Mojokerto tidak membatasi pengunjung berdasarkan asal daerahnya. Artinya, wisatawan dari daerah-daerah yang masih menjadi episentrum penularan COVID-19 akan leluasa bekunjung.

"Tidak ada pembatasan asal daerah pengunjung. Yang penting mereka sehat," tandas Amat.

(iwd/iwd)