Satu Desa di Ponorogo Diportal Gegara Satu Warganya Positif COVID-19

Charoline Pebrianti - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 15:01 WIB
satu desa diportal
Foto: Charoline Pebrianti
Ponorogo -

Warga Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan kembali mengaktifkan portal desa usai salah satu warganya terkonfirmasi positif COVID-19. Portal diaktifkan guna menjaga pintu masuk dan keluar desa untuk mengawasi pergerakan masyarakat setempat.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menjelaskan awalnya Minggu (21/6) lalu, warga berinisial RN datang ke Puskesmas Jenangan dengan keluhan panas 39 derajat celcius dan nyeri perut.

"Ditanya berulang kali, apakah ada riwayat dari luar kota jawabnya tidak. Pasien diberikan injeksi pereda nyeri dan diberikan motivasi jika keluhan belum berkurang segera ke RS," terang Ipong kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020).

Kemudian, Selasa (23/7) muncul keluhan, pasien lalu dirujuk ke RS Darmayu serta diagnosa saat itu gangguan pencernaan, opname selama kurang lebih 5 hari. Saat itu dilakukan rapid test, hasilnya non reaktif.

"Hasil rontgent dari radiologi normal. Sehingga tidak dilakukan pengambilan swab terhadap pasien. Setelah dinyatakan sembuh pasien kemudian pulang," imbuh Ipong.

Lanjut, Selasa (30/6) lalu pasien kembali mengeluhkan lemas dan dilakukan ruqyah. Malam harinya, pasien tiba-tiba tidak sadar dan dibawa kembali ke RS.

Tidak sampai 1 jam di UGD RS, pasien meninggal. Saat itu dokter menyimpulkan meninggal karena penyakit jantungnya. Sehingga pemakaman dengan cara biasa.

"Esok, Rabu (1/7) lalu ada warga yang mencurigai almarhum meninggal karena COVID-19 karena yang bersangkutan punya riwayat sering bepergian keluar kota," papar Ipong.

Dinkes, lanjut Ipong, melakukan tindakan antisipasi dengan melakukan swab kepada kontak eratnya sebanyak 3 orang. Hasil yang pertama keluar pada Jumat (3/7) kemarin adalah istrinya dinyatakan positif.

"Anak dan bersama enam orang kontak erat lainnya juga sudah diambil swab. Total 10 orang dan baru satu yaitu istrinya yang dinyatakan positif," jelas Ipong.

Dinkes saat ini terus melakukan tracing terhadap kontak erat kasus tersebut dan selanjutnya akan dilakukan testing, baik PCR ataupun rapid test.

Sementara itu, Forpimka Jenangan beserta Satgas Desa telah mengambil tujuh langkah antisipatif. Pertama, menenangkan masyarakt Desa Panjeng dengan publik Adress/Bende secara keliling, kedua menutup akses untuk masyarakat luar Desa Panjeng agar tidak masuk ke Desa Panjeng dan membatasi masyarakat Desa Panjeng yang ingin keluar Desa.

Ketiga, membuat surat edaran yang berisikan imbauan untuk Isolasi mandiri bagi masyarakat yang kontak langsung dan bagi masyarakat umum untuk tetap melakukan protokol kesehatan mencegah COVID-19. Keempat, melaksanakan isolasi kepada masyarakat yang kontak langsung dengan almarhum terdapat 4 (empat) orang yang isolasi di Desa dan masyarakat yang lain untuk isolasi mandiri.

Kelima, memasang kembali portal desa. Keenam, melaksanakan penyemprotan desinfektan serentak di seluruh rumah se-Desa Panjeng. Ketujuh, mendata kembali masyarakat dan melaksanakan tracing apabila terdapat warga yang belum terdata dan berhubungan dengan almarhum.

"Ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran dengan cara mengaktifkan kembali portal desa, masyarakat harus disiplin menjaga protokol kesehatan," pungkas Ipong.

Tonton juga 'Update Corona RI : 62.142 Positif, 28.219 sembuh, 3.089 Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)