Saking Kotornya, Pengerukan Sungai Menjijikkan Penuh Sampah Belum Tuntas

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 14:16 WIB
sungai penuh sampah di pasuruan
Sebuah ekskavator sedang mengeruk sampah (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Pengerukan sampah sungai di Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan belum selesai. Pengerukan memakan waktu lama karena begitu banyaknya sampah.

Pengerukan sampah yang menutupi sungai dilakukan sejak Kamis (25/6) dan dijadwalkan tuntas dalam sepekan. Namun hingga hari ke-10, pengambilan sampah belum kelar.

"Yang di selatan sebagian sudah bersih. Saat ini dilakukan pengerukan tanah di muara," kata Camat Lekok, Fauzan, Sabtu (4/7/2020).

Pengerukan tanah di muara untuk memperdalam sungai. Sehingga sampah dari selatan bisa terbawa arus ke muara.

"Di muara dikeruk tanahnya biar dalam agar sampah yang dari sungai bisa masuk ke muara, baru diambil. Kalau nggak gitu nggak bisa jalan," terang Fauzan.

Fauzan belum memastikan kapan sungai bersih dari sampah. Pengerukan dilakukan setiap hari. Sampah yang dikeruk dari sungai diangkut truk-truk kemudian dibawa ke TPA.

"Belum tahu kapan selesai. Pokoknya dikerjakan sampai selesai," pungkasnya.

Sungai di Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, tertutup sampah, selama bertahun-tahun. Warga terbiasa membuang sampah ke sungai karena tidak ada TPS.

Sampah yang ada di sungai tersebut berasal dari warga Desa Tambak Lekok dan desa lain di sisi selatan, seperti Jatirejo, Tampung, Branang, dan Balonganyar.

Sampah yang menutup sungai berasal dari limbah rumah tangga seperti plastik, kertas, popok, kain, bahkan banyak terdapat kasur, bantal hingga televisi. Selain itu, kotoran sapi juga dibuang ke sungai.

(iwd/iwd)