Unair Sedih dan Kecewa Syarat SE Wali Kota Surabaya untuk Peserta UTBK

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 17:18 WIB
unair kecewa dengan SE walkot soal UTBK
Unair kecewa dengan SE walkot Surabaya soal UTBK (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Universitas Airlangga (Unair) merasa sedih dan kecewa dengan surat edaran (SE) Wali Kota Surabaya terkait syarat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dikeluarkan Kamis (3/7). UTBK sendiri akan dilakukan di empat perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya.

Salah satu poin yang disebutkan dalam SE mewajibkan seluruh peserta UTBK menunjukan hasil non reaktif rapid test atau swab test hasil negatif yang dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum mengikuti ujian kepada panitia.

Kebijakan itu terkesan sangat mendadak dan tidak adil. Pasalnya, pasar dan mal di Surabaya yang beroperasi setiap hari, pembeli maupun penjual tidak perlu menunjukkan kartu bebas COVID-19.

"Jujur kami sedih dengan surat wali kota itu. Ya mau gimana lagi. Pak Rektor agak kecewa, mal saja boleh pasar saja boleh," kata Humas Unair Suko Widodo kepada wartawan di Unair, Jumat (3/7/2020).

Suko mengatakan sebenarnya Unair ingin membantu Pemkot Surabaya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dengan cara menunjukkan bahwa seperti ini prosedur new normal di Unair dengan protokol kesehatannya yang ketat.

"Sebenarnya perilaku kesehatan itu jauh lebih penting dari tes. Kami harap ada jalan tengah, Pemkot juga ngotot. Kami juga menerapkan dengan baik," ujarnya.

Sementara Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair Achmad Solihin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan jauh-jauh hari agar tidak terjadi penularan COVID-19. Bahkan, tanpa menunjukkan surat bebas COVID-19, Unair merasa sudah siap menyelenggarakan UTBK.

"Mankanya kami menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin sesuai dengan aturan yang ada sebagai upaya pencegahan penularan. kami nggak main-main, kami sendiri juga takut terpapar," kata Solihin.

(iwd/iwd)