Risma Sujud di Hadapan IDI, Pakar Komunikasi Politik: Mungkin Lelah

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:21 WIB
Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo menilai, pemerintah terlambat merespons penyedia informasi Virus Corona. Tak banyak informasi yang memandu, terlebih ruang komunikasi interaktif untuk konsultasi warga.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo/Foto file: Esti Widiyana

Selain itu, Suko menilai apa yang dilakukan Risma itu bentuk ketegasan. Tetapi bisa sebagai upaya mencari dukungan dan simpati publik.

"Dalam komunikasi politik, kan mencari dukungan dan simpati (dengan aksi yang dilakukan Risma)," kata dia.

Namun Suko tak berspekulasi lebih jauh soal Risma yang bisa jadi sedang mencari dukungan dan simpati. Menurutnya, apa yang dilakukan Risma belum tentu membangun persepsi baik di mata masyarakat, bahkan bisa sebaliknya.


"Model semacam itu, bisa dua kemungkinan. Orang bisa simpati atau antipati. Pendukungnya akan push bela mati-matian dan yang anti akan sebaliknya. Seorang pemimpin harusnya berada pada kematangan psikologi, kematangan komunikasi," lanjutnya.

Senin (29/6), Risma sujud di kaki Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, dr Sudarsono. Aksi itu terjadi saat audiensi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim dan Surabaya.

Bahkan, Risma sampai sujud dua kali sambil menangis. Aksi itu risma lakukan setelah mendapat keluhan dari Sudarsono. Dalam audiensi itu Sudarsono mengatakan, pasien COVID-19 di RSU dr Soetomo sudah overload. Namun masih banyak masyarakat di luar yang tak patuh protokol kesehatan.

Halaman

(sun/bdh)