Risma Sebut 90 Persen Kematian Pasien COVID-19 di Surabaya Karena Komorbid

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 16:46 WIB
wali kota risma
Wali Kota Risma (Foto: Esti Widiyana/File)
Surabaya -

Selain mendapat target dari Jokowi untuk menurunkan angka kasus COVID-19 di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini juga mendapat tugas lain dari Menkes Terawan. Tugas itu adalah menurunkan angka kematian.

"Kami diperintahkan oleh Pak Menteri (Menkes Terawan) untuk menurunkan angka kematian," kata Risma kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (1/7/2020).

Risma mengungkapkan jika ratusan warga Surabaya meninggal dengan hasil positif COVID-19 tidak semuanya murni karena COVID-19. Hingga per 30 Juni ada 454 konfirmasi meninggal.

"Sebetulnya saya lihat datanya, karena hampir 90 persen itu ada komorbidnya artinya ada penyertanya," ujarnya.

Menurut Risma, dia melihat kecenderungan pasien yang memiliki penyakit penyerta terutama di saluran pernafasan dapat memicu penyakit lain. Namun, hal tersebut bukan malah dijadikan alasan.

"Artinya kita tidak usah cari alasan, tapi bagaimana cara menurunkan angka kematian di Surabaya," tegasnya.

Untuk menekan tingkat kematian pada pasien COVID-19, Pemkot Surabaya telah memberikan bantuan beberapa alat ke rumah sakit, seperti alat bantu ventilator. Namun kesulitannya ketika tidak mendapatkan bantuan.

"Selama ini kalau ada bantuan langsung kita bagi. Tapi kalau tidak ada bantuan kita kesulitan, " kata dia.

Akan tetapi, Risma akan mendapatkan bantuan peralatan untuk rumah sakit. Sehingga adanya bantuan itu dapat menekan angka kematian pasien COVID-19.

"Alhamdulillah tadi disampaikan dari tim Kemenkes kami akan dibantu untuk peralatan itu. Artinya mungkin dengan peralatan itu kita bisa mengurangi lagi angka kematian," jelasnya.

Sementara Staf Khusus Menkes Bidang Peningkatan Pelayanan, Alexander Kaliga Ginting mengatakan, kehadirannya di Pemkot Surabaya membagi pengalaman dan sharing apa yang telah dialami. Karena ilmu tersebut terus baru untuk bisa diterapkan.

"Yang penting bagaimana Surabaya ini angka kematiannya bisa turun dan kemudian penemuan kasusnya semakin bertambah, dan kemudian yang positif tidak harus semua yang postif ditaruh dirumah sakit, bisa isolasi mandiri ini kita lakukan supaya bisa semakin dipertajam," pungkasnya.

(iwd/iwd)