Taksol di Banyuwangi yang Terapkan Protokol Kesehatan Diberi Stiker Khusus

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 15:21 WIB
taksi online di Banyuwangi yang terapkan protokol kesehatan ditempel stiker
Taksi online di Banyuwangi yang terapkan protokol kesehatan ditempel stiker (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Dinas Perhubungan jatim memberikan stiker bagi penyedia jasa taksi online di Banyuwangi. Stiker ini sebagai izin dan lulus pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Jadi yang kami beri sertifikat dan stiker adalah mereka yang sudah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur," kata Kepala UPT LLAJ UPT Banyuwangi Agus Setyawati kepada detikcom, Rabu (1/6/2020).

Stiker tersebut, kata Setyawati, sebagai penegasan bahwa penyedia taksi online ini sudah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Di antaranya harus menggunakan masker dan sarung tangan, menyediakan handsanitizer, sarung tangan khusus driver, serta pembatasan jumlah penumpang 70 persen.

"Saat iki masih 14 kendaraan. Kami menunggu dari penyedia jasa taksi online yang lain untuk mendaftar dan menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Sementara itu, Kasi LLA UPT LLAJ Banyuwangi Budi Kurniawan mengimbau kepada penyedia jasa taksi online yang belum resmi agar segera mengurus perizinan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Ada beberapa persyaratan yang yang harus dipenuhi oleh pemohon. Di antaranya mengantongi SIM A untuk kendaraan umum.

"Jadi SIM nya harus SIM A kendaraan umum. Walaupun berpelat hitam, kendaraan tersebut digunakan untuk angkutan umum khusus. Selain itu, kaca film mobil harus 40 persen, sehingga terlihat dari luar. Juga ada beberapa persyaratan lainnya," kata Budi.

Menurut Budi, pihaknya memberlakukan pembatasan jumlah angkutan khusus di Banyuwangi sebanyak 80 armada saja. Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara angkutan konvensional dengan angkutan khusus.

"Sesuai dengan hasil rapat pertama kuotanya hanya 80 kendaraan. Sampai saat ini baru 14 angkutan kendaraan khusus yang sudah berizin," imbuhnya.

Bagi angkutan khusus yang belum mengantongi izin akan dilakukan penertiban dan penindakan secara tegas. "Kita terus melakukan operasi dan razia. Bagi angkutan khusus yang tidak berizin atau bodong tidak diizinkan beroperasi. Kita akan tertibkan dan tindak tegas. Kita akan kenakan tilang," tegas KBO Lantas Polresta Banyuwangi Iptu Dalyono.

Slamet Efendi, perwakilan Paguyuban Driver Online Banyuwangi bersyukur sebagian besar angkutan khusus yang sudah berizin lolos uji protokol kesehatan. Dia pun menghimbau rekan-rekannya yang belum mengantongi izin agar segera mengajukan.

"Kami mengajak agar segera mengurus izin sehingga kita bekerja tenang tanpa halangan sesuatu pun. Dengan adanya protocol kesehatan ini juga kami harapkan bisa memberi kenyamanan kepada konsumen," tutupnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Ali Ruchi menambahkan, pemberian stiker ini sejalan dengan kegiatan Kabupaten Banyuwangi dalam antisipasi penularan COVID-19. Selain itu, hal ini merupakan penertiban bagi taksi online yang ada di Banyuwangi.

"Seperti saat ini sektor pariwisata, kuliner dan UMKM diberi stiker new normal. Ini juga berlaku bagi kendaraan sewa online yang saat ini berkembang. Tentu kita konsen dan memberikan perhatian khusus untuk pencegahan penyakit COVID-19," pungkasnya.

Tonton video 'dr. Reisa: Politisi-Tokoh Agama Perlu Jadi Contoh di Masa Pandemi':

(iwd/iwd)