Swab Negatif 2 Kali di RSU Soetomo Dinilai Terlalu Lama, Ini Penjelasan Dirut

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 14:00 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuhadi
Dirut RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

RSU dr Soetomo kini merawat 232 pasien positif COVID-19. Kadinkes Surabaya sempat menilai proses swab pasien yang hendak pulang dari RS milik Pemprov Jatim tersebut terlalu lama karena harus 2 kali negatif. Lalu bagaimana prosedur sesungguhnya?

"Jadi gini kita berpedoman kepada Kemenkes RI bahwa peraturan swab 2 kali. Yang tau Soetomo kan saya, kepala dinas masa pernah ke situ," kata Direktur RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi kepada detikcom, Rabu (1/7/2020).

Joni mengatakan bahwa peraturan tersebut sebentar lagi akan diubah oleh Kemenkes RI. Dari 2 kali menjadi 1 kali. Bahkan ada kemungkinan tanpa swab, dengan cukup tanda klinis sehat.

"Kita itu hanya ikut kebijakan Kemenkes. Memang banyak RS yang sudah memberi masukan kepada Kemenkes karena swab 2 kali jadi lama, hingga pasien banyak. Sebentar lagi akan diubah oleh Kemenkes kabarnya," jelasnya.

Joni kemudian membandingkan dengan penelitian dari WHO bahwa pasien Corona yang sudah dirawat selama 10 hari bisa pulang dengan kriteria klinis baik tanpa harus swab apakah masih positif atau tidak.

"WHO itu klinis baik pulang, tidak swab 2 kali. 10 hari perawatan bebas gejala pulang tidak peduli positif negatif, itu WHO. Saya komunikasi dengan Kemenkes RI gimana ini pak, Pak Menteri jawab oke akan kita akomodasi," terangnya.

Joni membantah bila pihaknya membuat aturan tersebut secara sepihak. Selama Kemenkes RI membuat suatu peraturan, maka pihaknya akan menjalankannya.

"Di Soetomo banyak guru-guru besar. Mosok ngawur guru-guru besar. Mulai pasien masuk sampai keluar kita patuh terhadap aturan dan sesuai prosedur," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui RSU Soetomo mempunyai Ruang Isolasi Khusus untuk pasien Corona sebanyak 232 bed. Saat ini tengah terisi penuh.

(iwd/iwd)