Asosiasi Minta Masyarakat Waspada dengan Casting Film Tak Jelas

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 17:22 WIB
Asosiasi Casting Indonesia (ACI)
Asosiasi Casting Indonesia (ACI) (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Adanya dugaan percobaan pemerkosaan seorang model oleh oknum produser film di Banyuwangi membuat Asosiasi Casting Indonesia (ACI) angkat bicara. Masyarakat diminta untuk lebih selektif memilih casting dan waspada dengan kegiatan casting abal-abal.

Pengurus ACI Bowie Budianto mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya casting abal-abal. Sebelum mengikuti casting harus dicek terlebih dahulu legalitas kegiatan tersebut.

Sebab, tak jarang ada oknum tak bertanggung jawab melakukan penipuan untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan modus menyelenggarakan casting.

"Ini bagaikan sudah jadi duri dalam daging. Sering kali, istilahnya memanfaatkan casting untuk penipuan, karena banyak orang yang ingin jadi artis," ungkapnya kepada detikcom saat meeting zoom bersama awak media, Selasa (30/6/2020).

"Kebanyakan kejadian di beberapa daerah, ketika lulus casting dipungut biaya. Alasannya untuk workshop dan lain sebagainya. Satu orang bisa Rp 3-4," tambahnya.

Oleh sebab itulah, ACI tengah melakukan upaya sertifikasi terhadap casting director untuk meminimalisir penipuan berkedok casting.

"Yang kami khawatirkan talent menjadi kapok. Tidak mau lagi ikut casting yang benar-benar casting ketika ada kejadian seperti ini," tutupnya.

Sementara itu, Teddy Kurniawan yang juga salah satu pengurus ACI, mengaku terkejut dengan adanya peristiwa percobaan perkosaan saat casting di Banyuwangi. Saat ini pihak ACI sedang menggali informasi tersebut.

Teddy mengatakan, seorang casting director harus mengantongi izin dari rumah produksi (PH) yang ingin membuat sebuah film. "Yang membuat film ini kan PH. Jadi nggak mungkin Casting Director bergerak sendiri tanpa ada surat tugas dari PH," katanya.

"Juga harus ada pengumuman open casting. Tidak boleh ada pungutan biaya kepada peserta. Kemudian harus jelas siapa PH nya. Sutradaranya siapa, project film nya seperti apa. Ini harus jelas," kata Teddy.

Selain itu, kata Teddy, tempat penyelenggaraan casting tidak boleh di tempat yang tabu seperti kamar hotel.

"Semisal di hotel harus di aula atau ballroom hotel dengan izin yang jelas antara PH dan pihak hotel. Minimal ada 2-3 orang dari team casting beserta peralatan casting, banner, poster, absensi peserta, skenario, judul film yang akan di buat, nama sutradara dan nama PH valid atau tidak," ungkapnya.

Saat mengikuti casting, peserta juga harus didampingi oleh orang tua atau agensi yang menaunginya. Ini untuk memastikan bahwa proses casting tersebut bisa dipantau, sekaligus melindungi peserta dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, seluruh adegan yang diperagakan talent sesuai arahan skenario harus direcord atau direkam. "Ketika adegan tersebut tidak direcord, terus bagaimana caranya seorang casting director merekomendasikan talent kepada produser film?," tandasnya.

(iwd/iwd)