Bukan Penglaris, Ini Cara Tukang Bubur Blitar hingga Punya 50 Outlet di 3 Kota

Erliana Riady - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 10:01 WIB
tukang bubur buka cabang 3 kota
Tukang bubur laris manis (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Penglaris sedang jadi bahan perbincangan bagi pedagang makanan. Namun tukang bubur di Blitar ini punya cara tersendiri sampai usaha berkembang pesat di tiga kota.

Muhammad Nur Amin mengaku memulai bisnis bubur sejak tahun 2012. Belajar cara membuat bubur dari YouTube, pria 43 tahun ini terinspirasi dari sinetron yang tayang di televisi swasta itu.

"Tukang bubur saja bisa naik haji. Berarti jualan bubur itu kan ada untungnya. Terinspirasi dari situ, saya menjual di wilayah Tulungagung. Soalnya kalau di sana kan jauh dari teman, saudara jadi tidak malu dan tidak ada beban berjualan bubur," tutur Nur kepada detikcom, Senin (29/6/2020).

Bagi Nur, berjualan bubur memang banting stir. Sebelumnya, dia pernah membuat pabrik rokok, sales beragam barang palen dan suplier telur. Sementara, berdagang bubur, hanyalah usaha berkelas receh. Namun dengan usaha ini, Nur Amin mengaku bisa setiap saat bersedekah.

"Setiap outlet bubur itu menyediakan gratis untuk anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Para pembeli kami yang dekat dengan rumah mereka, biasanya kami titipi," ungkap warga Jimbe Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ini.

Sedekah inilah yang diyakini Nur Amin membuat usahanya cepat berkembang. Dalam waktu setahun, outletnya di Tulungagung bertambah menjadi sekitar 30 buah. Sampai saat ini, ada sekitar 50 outlet bubur tersebar di Kediri dan Trenggalek.

"Semakin kita menebar kebaikan ke banyak orang, semakin dijaga usaha kita oleh Allah," tandasnya.

Tonton video 'Pedagang Cuanki Akhirnya Ngaku Ludahi Pesanan Buat Penglaris':

Selanjutnya
Halaman
1 2