Pria di Banyuwangi Diduga Dibunuh Istri, Namun Hasil Autopsi Berkata Lain

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 28 Jun 2020 16:31 WIB
Kematian S (63) warga Kecamatan Sempu diduga karena penyakit jantung. Namun sebelumnya, pria itu sempat diduga menjadi korban pembunuhan sang istri.
Petugas yang mengevakuasi jenazah S (63)/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Kematian S (63) warga Kecamatan Sempu diduga karena penyakit jantung. Namun sebelumnya, pria itu sempat diduga menjadi korban pembunuhan sang istri.

Dalam autopsi yang dilakukan Tim Forensik RSUD Blambangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga dugaan kasus pembunuhan tidak bisa dibuktikan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan, polisi meneliti luka lebam yang ada di punggung terduga korban pembunuhan. Hasilnya, sesuai dengan hasil autopsi tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Tewasnya korban lebih disebabkan karena serangan jantung yang diderita korban.


"Kasus dugaan pembunuhan di Sempu, dari hasil bukti dan autopsi tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuh korban. Kami masih mengembangkan terkait penyebab kematiannya. Ada beberapa data yang kami dapat dari kesaksian dan alat bukti, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," ujarnya kepada detikcom, Minggu (28/6/2020).

"Jadi sementara kita masih berproses terkait penyelidikan maupun penyebab kematian korban. Ada kemungkinan korban tewas karena serangan jantung," tambahnya.

Meski demikian, pihaknya terus mendalami kasus ini untuk memastikan benar tidaknya korban meninggal murni akibat serangan jantung, saat terlibat cekcok dengan istrinya.

Tonton juga video 'Pengakuan Mahasiswa yang Bunuh dan Masukkan Mayat Terapis ke Kardus':


Selanjutnya
Halaman
1 2