Insentif Bagi Perawat yang Tangani COVID-19 di Jatim Baru Cair 20 Persen

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Minggu, 28 Jun 2020 14:49 WIB
One woman, female doctor in full protective suit in home inspection.
Ilustrasi perawat/Foto: Getty Images/South_agency
Surabaya -

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur berharap pemerintah segera menepati janji, kepada perawat yang menangani pasien COVID-19. Karena hingga kini, tunjangan insentif yang dicairkan untuk perawat di Jatim baru 20 persen.

Ketua DPW PPNI Jatim Prof Nursalam mengatakan, penanganan COVID-19 telah berjalan tiga bulan. Namun pencairan insentif bagi perawat masih terbilang minim. Nursalam mempertanyakan sisa insentif yang belum diberikan pemerintah.

"Termasuk insentif yang diberikan sesuai atau tidak. Karena dari yang dijanjikan pemerintah, baru 20 persen yang diberikan di Jatim itu. Yang lainnya belum semuanya," ungkap Nursalam di Surabaya, Minggu (28/6/2020).


Selain itu, Nursalam juga menilai, fasilitas penunjang lain bagi perawat masih minim. Pria kelahiran Kediri ini memaparkan, perawat memiliki jam kerja dan istirahat yang tidak ideal, ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang minim hingga perhatian terhadap nutrisi, vitamin maupun makanan.

"Penyediaan APD dan ketat dalam menggunakan APD sesuai dengan standar penanganan COVID-19. Itu harus diterapkan. Kalau enggak berguguran semua perawat," imbuhnya.

Tonton juga video 'Jokowi Beri Insentif ke Tenaga Medis Corona, Ini Rinciannya':

Selanjutnya
Halaman
1 2