Mendagri Minta Kontestan Pilkada Angkat Isu Penanganan COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 22:50 WIB
mendagri tito
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Pilkada Serentak 2020 dipastikan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Mendagri Tito Karnavian mengatakan calon kontestan diharapkan mengangkat isu terkait penanganan COVID-19.

"Salah satu isu yang efektif kita angkat bersama-sama adalah efektifitas kepala daerah yang bersangkutan itu di 19 kabupaten kota dalam rangka menanganani COVID-19," kata Tito di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (26/6/2020).

Menurut Tito, isu tersebut bisa berdampak positif agar partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 tetap tinggi meski di tengah pandemi COVID-19.

"Berdasar pengalaman kasus di Korsel, pemilu diselenggarakan saat puncak pandemi COVID-19. Partisipasinya tertinggi meski di tengah pandemi puncak. Itu karena masyarakat menghendaki adanya pemerintahan/perwakilan yang kuat untuk menganani COVID-19," ujarnya.

Tito menyebut jika isu COVID-19 diangkat menjadi isu sentral, maka kontestan akan adu gagasan dan tindakan untuk menekan penyebaran Corona.

"Kalau isu COVID ini kita angkat jadi isu sentral, akan ada adu gagasan dan adu berbuat untuk menekan COVID. Harus kita jawab tantangan bahwa kekhawatiran pilkada sebagai media penularan virus malah terbalik. Karena seluruh kepala daerah dan kontestan akan adu gagasan untuk menekan angka curva COVID-19 ini," terangnya.

Jika isu efektifitas penanganan Corona tersebut terealisasi, maka lanjut Tito juga akan meringankan beban dari pemerintah provinsi dan pusat.

Apalagi, untuk Pilkada Serentak 2020 di Jatim, akan ada 19 kabupaten/kota yang menyelenggarakannya alias setengah dari kabupaten/kota di Jatim.

"Kalau semua kepala daerahnya serius, karena nanti dinilai masyarakatnya. Wah ini merah daerah kita ini. Berarti kepala daerah gak efektif, gak usah saya pilih. Ini bukan saya menganjurkan. Ini saya diplintir ini kemarin," terangnya.

Tujuan mengangkat isu COVID-19 tersebut, menurut Tito adalah untuk mempercepat penanganan COVID-19. "Jadi jangan diplintir. Ini untuk mempercepat penanganan Corona," pungkasnya.

(iwd/iwd)