Pembunuh Perempuan Berambut Pirang Terancam Hukuman Seumur Hidup

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 19:19 WIB
pembunuhan di mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Polisi menjerat 2 pembunuh perempuan berambut pirang dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Karena petugas menemukan sejumlah fakta yang menjadi indikasi pembunuhan sadis tersebut sudah direncanakan dengan matang oleh kedua tersangka.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, pembunuhan ini dipicu persoalan utang antara tersangka Mas'ud Andy Wiratama (23) dengan korban Vina Aisyah Pratiwi (21). Menurut dia, korban mempunyai pinjaman ke tersangka Rp 40 juta sejak Januari 2020. Salah satunya untuk merenovasi rumahnya di Dusun Bringin, Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Karyawati pabrik elektronik di Pasuruan itu berjanji akan membayar utangnya setelah Hari Raya Idul Fitri akhir Mei yang lalu. Setelah sebulan berlalu, janji gadis berambut pirang tak juga terwujud.

Hal itu membuat Mas'ud kesal. Dia berdalih membutuhkan uang tersebut untuk mencari pekerjaan baru. Pecatan satpam bank swasta di Surabaya ini lantas menagih korban untuk yang terakhir kalinya. Rupanya dia sudah membuat rencana matang untuk membunuh Vina jika korban tak mampu melunasi utangnya.

Rencana pembunuhan itu dia buat bersama temannya, Rifat Rizatur Rizan (20), warga Tanggulangin, Sidoarjo. Yaitu di sebuah warung kopi tempat Rifat bekerja di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, Senin (22/6).

"Keterangan tersangka memang sudah merencanakan sejak 22 Juni. Tersangka Mas'ud menyiapkan Rifat sebagai pembantu untuk mengeksekusi korban," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Jumat (26/6/2020).

Adanya perencanaan tersebut, lanjut Dony, menjadi salah satu bukti pembunuhan Vina sudah direncanakan oleh Mas'ud dan Rifat. Pihaknya juga menemukan fakta-fakta pendukung lainnya. Yaitu kedua tersangka sudah menyiapkan tiga alat untuk menghabisi nyawa korban.

Mulai dari sarung untuk membekap kepala korban, tambang plastik sekitar 1 meter untuk menjerat leher korban, hingga sebatang tongkat besi dengan panjang 50 cm untuk memukuli kepala korban. Sarung dan tambang dipakai oleh Rifat. Sedangkan tongkat besi diselipkan Mas'ud pada lubang tempat air minum di pintu mobil.

"Rifat menyiapkan sarung dan tali untuk membekap dan menjerat korban dari belakang. Mas'ud sudah menyiapkan tongkat besi untuk memukul korban," terangnya.

Tidak hanya itu, tersangka Mas'ud ternyata juga sudah menyiapkan alasan untuk mengajak Vina keluar. Dia berdalih mengajak korban mengantar Rifat ke Lawang, Malang. Kedua tersangka menjemput korban di tempat penitipan kendaraan di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, Selasa (23/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketiganya pergi ke arah Malang mengendarai mobil Daihatsu Ayla warna putih nopol W 1502 NU. Saat melintas di Tol Singosari, Malang, korban dibunuh kedua tersangka dengan sadis. Rifat membekap kepala korban dengan sarung dan menjerat lehernya dengan tambang plastik. Sementara Mas'ud memukuli kepala korban dengan tongkat besi.

Karyawati pabrik elektronik di Pasuruan itu pun tewas berlumuran darah di dalam mobil yang dibawa Mas'ud. Mayatnya langsung dibuang ke jurang Gajah Mungkur di Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Oleh sebab itu, tambah Dony, pihaknya menjerat kedua tersangka dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. "Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara," tegasnya.

Tersangka Mas'ud mengaku sudah berencana membunuh Vina. Dia lantas mengajak Rifat untuk membantu aksi sadisnya itu. Pemuda asal Dusun Bringin, Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo ini mengaku kesal karena korban tak kunjung membayar pinjaman uang darinya senilai Rp 40 juta.

"Saya marah karena uang saya tidak dikembalikan. Kalau dikasih (korban membayar utangnya) ya tidak jadi (membunuh korban)," ungkapnya.

Pecatan satpam bank swasta di Surabaya ini juga mengakui sudah menyiapkan sebuah tongkat besi. Tongkat berwarna hitam itu dia selipkan pada lubang pintu depan sebelah kanan mobil yang biasa dipakai meletakkan botol minuman.

"Tongkat besi itu saya beli sendiri. Saya sudah memilikinya sejak lama," tandasnya.

Mayat Vina ditemukan wisatawan yang sedang istirahat sambil berswafoto di tepi jalur Pacet, Mojokerto-Cangar, Kota Batu pada Rabu (24/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban tergeletak di jurang Gajah Mungkur dengan kedalaman sekitar 10 meter dari pemukaan jalan.

Tidak sampai 24 jam polisi meringkus kedua tersangka. Rifat diringkus di tempat kerjanya pada Kamis (25/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Sedangkan Mas'ud ditangkap di tepi Jalan Arteri Porong, Sidoarjo pada hari yang sama sekitar pukul 14.45 WIB.

(iwd/iwd)