Kedisiplinan Warga Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan Turun Usai PSBB

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 16:17 WIB
Kasus Corona di Sidoarjo masih bertambah dan saat ini jumlahnya mencapai 1.334 kasus. Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menyebut, kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan menurun pasca-PSBB.
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Kasus Corona di Sidoarjo masih bertambah dan saat ini jumlahnya mencapai 1.334 kasus. Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menyebut, kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan menurun pasca-PSBB.

"Kalau menurut saya kedisiplinan warga Sidoarjo sekarang justru berkurang," kata plt bupati yang akrab disapa Cak Nur, di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (26/6/2020).


Ia menambahkan, kedisiplinan warga Sidoarjo menurun pasca-PSBB diakhiri. Menurutnya, masyarakat merasa sedikit bebas setelah lumayan lama berdiam diri di rumah.

"Ya semenjak PSBB selesai. Karena masyarakat sudah cukup lama di rumah akhirnya euforia. Ini yang tidak benar, PSBB berhenti malah euforia. PSBB selesai bukan berarti urusan (pandemi) beres. Saat ini penyebaran masih terus," imbuhnya.


Cak Nur menjelaskan, tantangan untuk menekan penyebaran Corona di Sidoarjo saat ini ialah kedisiplinan masyarakat. Ia ingin warga menjalankan aktivitas dengan menaati protokol kesehatan COVID-19.

"Ini justru PR (Pekerjaan Rumah) kita. Tantangan kita. Mereka ingin aktivitas dengan sehat, bekerja, tapi kedisiplinan kurang. Ini PR ya buat kita," jelasnya.


Terkait PR tersebut, lanjut Cak Nur, pihaknya akan lebih menegakkan kedisiplinan masyarakat. Agar tujuan dari masa transisi new normal tercapai.

"Padahal PSBB kita hentikan agar memberi ruang kepada masyarakat. Berupa ruang ekonomi, ruang aktivitas tapi tetap protokol dilaksanakan. Ini yang sebenarnya oke tapi malah gak dilakukan protokol kesehatan," pungkasnya.

Tonton juga video 'Khawatir Corona, Seberapa Higienis Alat Makan yang Digunakan di Mal?':

(sun/bdh)