Sekolah Kepribadian di Surabaya Siap Beradaptasi Sambut New Normal

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 10:50 WIB
Pemilik John Robert Power indayati oetomo
Indiyati Oetomo pemilik sekolah kepribadian siap new normal (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Saat pandemi COVID-19, semua sektor beradaptasi melakukan new normal. Tak terkecuali sekolah kepribadian di Surabaya. John Robert Powers (JRP) juga sigap beradaptasi dengan lifestyle masyarakat yang sudah berubah.

Kurikulum programs JRP disusun lebih praktis dan kombinasi dengan sistem online dan offline. Sehingga siswa merasa nyaman belajar dari rumah dan tetap bisa menikmati program yang diberikan.

"Saat krisis ini aktivitas dituntut tetap optimal dan memanfaatkan waktu. Hanya bermodalkan waktu kita bisa memperkaya kreatifitas berpikir. Perencanaan ke depan dengan memperbaiki masalah kesehatan yang terabaikan agar sehat jasmani," kata International Director John Robert Power, Indayati Oetomo kepada detikcom, Jumat (26/6/2020).

Dia mengajak semua sumber daya manusia (SDM) bangkit. Dan semua sektor yang terdampak COVID-19 melalui konsep Bring Out the New You atau keluarkan sisi yang baru dengan konsep baru. Dalam konsep itu dirinya ingin melahirkan Indonesia dengan tatanan baru.

"Saat ini semestinya kita lahir menjadi baru untuk siap menghadapi hal baru yang sudah menunggu," tambahnya.

Kebiasaan baru itu adalah hidup dengan protokol kesehatan. Seperti pola pikir, sikap dan kebiasaan. Bahkan pada bidang pendidikan, saat pandemi COVID-19 diberlakukan sistem pembelajaran daring.

"Mungkin ada beberapa lembaga pendidikan yang tidak bisa menerapkan sistem ini (pembelajaran daring) secara maksimal. Jika itu terjadi di JRP maka pilihan yang tepat dengan kelas kombinasi," jelasnya.

Menurutnya, melewati pasa pandemi ini bukanlah hal yang mudah. Ibaratnya berjalan di terowongan yang gelap, jika berhenti di sekitarnya juga gelap. Namun jika jika meneruskan perjalanan akan ada titik terang.

Indayati melakukan berbagai strategi. Salah satunya JRP yang ada di Medan akan menutup kantor lama dan pindah kantor yang lebih representatif masuk di co work sehingga siswa masih tetap bisa melanjutkan pendidikan.

"Untuk saat seperti sekarang ini kita bertahan saja sudah bagus, karenanya saya tidak berharap cabang lain tidak ikut tutup, saatnya mengajak cabang lainnya untuk tetap eksis dengan terobosan dan langkah langkah lain seperti membuka kelas online," jelasnya.

(fat/fat)