Sex Toys dan Minuman Beralkohol Senilai Rp 2 Miliar Lebih Dimusnahkan

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 25 Jun 2020 18:07 WIB
Puluhan Sex Toys Dimusnahkan Bea Cukai Malang
Pemusnahan barang bukti lebih Rp 2 miliar (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Puluhan sex toys dimusnahkan. Selain sex toys, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Tipe Madya Cukai Malang, juga memusnahkan barang kiriman pos berupa minuman beralkohol dan tembakau.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi menuturkan, selama periode Januari hingga Juni 2020, sudah ada 100 Surat Bukti Penindakan (SBP) yang dikeluarkan.

"Ada 82 penindakan barang kiriman pos, 14 penindakan terhadap barang kena cukai (BKC) hasil tembakau (HT), tiga penindakan terhadap BKC MMEA dan satu penindakan terhadap BKC hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL)," terang Helmi usai pemusnahan barang bukti di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Tipe Madya Cukai Malang Jalan Surabaya, Kota Malang, Kamis (25/6/2020).

Helmi merinci, dari 82 penindakan barang kiriman pos terdiri dari berbagai macam barang seperti kosmetik, makanan, obat-obatan, suplemen, hingga sex toys dengan total jumlah 74 item. Selain itu ada 14 penindakan terhadap barang kena cukai hasil tembakau (HT) dengan rincian yang dihancurkan total 3,6 juta batang rokok ilegal.

Barang hasil sitaan yang telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN) harus dimusnahkan. Rinciannya, ada 3,6 juta batang BKC HT, 43 botol atau setara 2.580 ml BKC HPTL dan 295 botol atau setara 6.450 liter BKC MMEA.

"Total perkiraan kerugian yang dialami negara dari barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp 2,14 miliar," beber Helmi.

Berbagai upaya penindakan tersebut merupakan salah satu langkah untuk menekan peredaran barang ilegal di pasaran. "Kalau dibiarkan, barang legal bisa tergerus dan berpengaruh terhadap penerimaan negara," katanya.

Untuk itu, Bea Cukai Malang terus melakukan pengawasan dan operasi rutin bersama dengan jajaran samping, utamanya dalam pemberantasan rokok ilegal.

"Peredaran rokok ilegal tidak lebih dari tiga persen. Kami juga meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan tidak membeli, mengkonsumsi maupun memproduksi barang kena cukai ilegal," ungkap Helmi.

Bea Cukai juga meminta partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi jika ada pelanggaran ketentuan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat memenuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai.

(fat/fat)