Perempuan Berambut Pirang Ditemukan Tewas di Jurang Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 21:43 WIB
penemuan mayat
Evakuasi jenazah (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Seorang perempuan muda berambut pirang ditemukan tewas di jurang tikungan Gajah Mungkur, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Korban menderita luka pada bagian mulutnya.

Kapolsek Pacet AKP Toni Hermawan mengatakan mayat perempuan ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda yang sedang berwisata. Pemuda asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto itu sedang istirahat sembari berswafoto di tikungan Gajah Mungkur, jalur Pacet, Mojokerto-Cangar, Kota Batu.

Wisatawan ini berfoto di tepi kanan jalan jika dari arah Mojokerto-Batu. Di bawah tempat pemuda ini berfoto merupakan jurang yang cukup dalam.

"Saat dia melihat ke bawah (jurang), melihat ada mayat tersebut. Kemudian pemuda itu melapor ke Polsek Pacet," kata Toni saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (24/6/2020).

Toni menjelaskan mayat tersebut berjenis kelamin perempuan. Usianya diperkirakan di bawah 30 tahun. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di dalam jurang. Jarak korban ditemukan sekitar 10 meter dari permukaan jalan.

"Korban menderita luka di bagian mulut. Darahnya terlihat sudah kering," terang Toni.

Saat ditemukan, perempuan ini memakai celana jeans biru dan kaus lengan panjang warna hitam. Korban memakai gelang dari tali hitam dengan hiasan logam warna perak. Terdapat behel warna hitam pada gigi korban. Sementara sebagian rambutnya berwarna pirang.

"Identitasnya belum kami temukan. Di semak-semak sekitar 10 meter dari korban, kami temukan jilbab kuning, sarung biru dan masker semuanya berlumuran darah. Juga ada tambang plastik warna hijau sekitar satu meter," ungkap Toni.

Ia menambahkan, jenazah perempuan tersebut telah dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Jenazah sedang diidentifikasi untuk mengungkap identitasnya.

"Kami belum bisa memastikan perempuan ini korban pembunuhan atau bukan. Jenazah akan diautopsi lebih dulu," tandas Toni.

(iwd/iwd)