Transisi New Normal akan Berakhir, Polisi Siap Disiplinkan di Lingkup Terkecil

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 18:18 WIB
RS Bhayangkara Polda Jatim Segera Dapat Alat Test PCR dari Mabes Polri
Polda Jatim (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Masa transisi new normal di Surabaya Raya memasuki hari terakhir. Sebelumnya, era transisi new normal dilakukan selama 14 hari sejak 9 hingga 22 Juni.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku tengah menunggu keputusan pemerintah dalam memperpanjang atau tidak masa transisi new normal ini. Namun, Truno menyebut pihaknya siap mendisiplinkan masyarakat mulai lingkup terkecil.

"Keputusan untuk new normal kan keputusan pemerintah daerah. Artinya polisi dan TNI siap melakukan penguatan, penebalan dan sifatnya pendisiplinan terkait dengan aturan-aturan yang ada dari pemerintah daerah. Kan ada yang sifatnya penindakan mendasari peraturan daerah. TNI Polri ikut serta memberikan edukasi, sosialisasi dan siap memberikan pendisiplinan," kata Truno kepada detikcom di Surabaya, Senin (22/6/2020).

Salah satu yang gencar dilakukan dalah pendisiplinan masyarakat lewat kampung tangguh. Truno menyebut telah ada 1.559 kampung tangguh yang ada di seluruh Jatim.

Selanjutnya, pihak kepolisian kini tengah membangun segmen lain untuk mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Hal ini pun akan terus bertambah mulai dari sekolah dan kantor tangguh hingga fasilitas umum tangguh.

"Ada tiga segmen, pertama dari lingkungan masyarakat yang tangguh, beralih ke aktivitas seperti tempat kerja, tempat ibadah, sekolah yang tangguh hingga fasilitas umum tempat umum dan sarana publik tangguh," ungkap Truno.

"Kampung tangguh dinamis akan bertambah, dan mau ada industri tangguh, kantor tangguh, ponpes tangguh, asrama tangguh. Ada tempat pendidikan, tempat kerja seperti kantor tangguh, pondok pesantren tangguh dan tempat-tempat orang melakukan aktivitas, juga tempat ranah publik seperti pasar, mall lalu stasiun, terminal dan di jalan umum," imbuhnya.

Selain itu, Truno menyebut kampung tangguh di Jatim menggunakan metode Kampung Tangguh POP atau problem oriented policing.

Truno menyebut pihaknya bersama pemerintah daerah senantiasa melakukan evaluasi. Hal ini sebagai upaya agar pencegahan penyebaran COVID-19 di Jatim bisa lebih baik.

"Kalau Polda Jawa Timur, kita bekerjasama dengan kampung tangguh akan melakukan scanning, kedua kita melakukan analisis. Scanning ini kan tergantung pada data, yang perlu kita lakukan adalah sinkronisasi data. Lalu kita lakukan evaluasi bersama diantaranya adalah sinkronisasi data supaya dalam analisinya tepat," papar Truno.

"Setelah analisanya tepat kita akan melakukan respon, kemudian juga kita evaluasi seperti kurang apa. Nanti kita lakukan kembali berputar terus sampai tuntas," lanjutnya.

(hil/fat)