Dr Soetjipto, Tokoh di Foto Pembacaan Proklamasi yang Tak Banyak Orang Tahu

Erliana Riady - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 11:57 WIB
Banyak dari kita yang sering melihat foto pembacaan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945. Namun tak banyak yang tahu siapa tokoh yang berdiri di belakang Soekarno, tepat di sebelah kanan Mohammad Hatta.
Foto pembacaan teks Proklamasi dalam pengajuan pahlawan perintis kemerdekaan/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Banyak dari kita yang sering melihat foto pembacaan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945. Namun tak banyak yang tahu siapa tokoh yang berdiri di belakang Soekarno, tepat di sebelah kanan Mohammad Hatta.

Dalam foto itu, tampak pria sebaya dengan Bung Hatta mengenakan seragam seperti pasukan Jepang. Pada pertengahan Oktober 2015, reproduksi kedua foto itu dipamerkan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru Jakarta Pusat.

Tak ada yang tahu siapa sosok berkacamata di belakang Soekarno itu. Sebelumnya sosok itu diduga Saleh Tedjakusuma, seorang perwira PETA dari Kesatuan Yugeky (intelijen).


Sementara cerita dr Soetjipto kemudian tenggelam ditelan zaman. Kabar tentang dr Soejipto kemudian muncul kembali di Kota Blitar, ketika Yayasan PETA (Yapeta) Blitar mengusulkan namanya menjadi Pahlawan Perintis Kemerdekaan. Detikcom berkesempatan menemui seorang pengurusnya, Handoyo Prijo Soetijo yang masih keluarga dekat dr Soetjipto. Mereka berdua, sama-sama masih keturunan Patih Blitar, Djojodigdo.

"Dokter Raden Soetjipto Gondoamidjojo itu keturunan Eyang Djojodigdo dulu Patih di Blitar. Beliau dimakamkan jadi satu areal dengan makam Eyang Djojodigdo di sini," kata Handoyo saat ditemui detikcom di Blitar, Senin (22/6/2020).

Handoyo bersama tim ekspedisi PETA Blitar juga menemui anak-anak dr Soetijpto di kediaman mereka, Jalan Wijaya Kusuma Cilandak, Jakarta Selatan. Kedua putra dr Soetjipto itu yakni Agus Glenharto dan Buddy Rizanto.

"Dua putra beliau meyakini, jika pria di belakang Soekarno itu ayahnya. Mas Agus Glenharto dan Buddy Rizanto meyakini ayahnya hadir di acara 17 Agustus 1945 itu. Di era 1990an, mereka selalu diundang mewakili ayahnya menghadiri upacara Proklamasi di Pegangsaan Timur 56. Lengkap dengan pakaian yang dikenakan Eisei Chudanco dr Soetjipto saat 1945," papar Handoyo.

Tonton video 'Eksklusif! Melihat Naskah Asli Proklamasi Indonesia':