Tuntut Penurunan Uang Kuliah Tunggal, Mahasiswa UB Demo Rektorat

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 16:08 WIB
Mahasiswa UB Demo Rektorat
Demo mahasiswa (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) turun jalan menuntut keringanan uang kuliah tunggal (UKT). Aksi ini diikuti mahasiswa dari jenjang S1 dan S2. Mereka menggelar longmarch keliling kampus dan dilanjutkan dengan orasi di depan gedung rektorat.

Nilai UKT dinilai mahasiswa terlalu mahal di tengah kondisi perekonomian yang mencekik karena pandemi COVID-19. Dalam tuntutannya, peserta aksi mengklaim mewakili ribuan mahasiswa UB meminta kampus memberikan keringanan pembayaran UKT.

Mereka menilai kebijakan kampus kurang mengakomodir para mahasiswa yang orang tuanya terdampak secara ekonomi akibat COVID-19. Selama aksi mahasiswa menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan mengenakan masker.

"Tuntutan kita sama supaya rektorat menurunkan uang UKT di tengah pandemi. Kita sejauh ini begitu menderita, orang-orang tua kita banyak terdampak ekonomi mulai di-PHK hingga tak ada penghasilan," teriak mahasiswa dalam orasi depan gedung rektorat, Kamis (18/6/2020).

Mahasiswa juga membawa beberapa poster ilustrasi menyindir kebijakan kampus yang tak menurunkan UKT. Selain itu, poster dan spanduk tuntutan ikut dibawa sebagai luapan aspirasi mahasiswa.

Jubir aksi, Ragil Ramadhan berharap pihak kampus mendengar aspirasi mahasiswa dengan menggunakan hati nurani untuk menurunkan UKT. "Kami menuntut keadilan yang selama ini tidak pernah diberikan oleh kampus. Terutama saat krisis dan kritis pada masa pandemi ini," kata Ragil kepada wartawan di sela aksi.

Pihaknya menyayangkan selama pandemi COVID-19, kampus hanya melakukan penundaan pembayaran UKT, tanpa memikirkan kemampuan mahasiswa untuk dapat membayarnya.

"Kami berharap ada keringanan hati dari rektorat. Hanya melakukan penundaan, tapi sama saja tetap harus membayar penuh. Kami minta penurunan maksimal 50 persen saja," mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB ini.

Para mahasiswa yang menggelar aksi depan gedung rektorat sempat ditemui oleh Wakil Rektor III Universitas Brawijaya Profesor Abdul Hakim, tetapi belum ada titik terang sampai selesainya aksi mahasiswa.

(fat/fat)