Pakar Sebut Jatim Khusus Surabaya Belum Saatnya Transisi New Normal

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 15:42 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Jumlah kasus pasien COVID-19 di Jawa Timur terus meningkat. Hingga kini, tercatat ada 8.529 orang terinfeksi virus Corona. Sehari, penambahan kasus Corona di Jatim rata-rata di atas 100 hingga 200 orang.

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr dr Windhu Purnomo menilai memang wilayah Jatim, terlebih Surabaya belum saatnya menerapkan era transisi new normal.

"Prinsipnya Jatim dan Surabaya itu harusnya memang belum masa transisi (New Normal)," kata Windhu kepada detikcom di Surabaya, Kamis (18/6/2020).

Windhu mengatakan ada salah satu syarat penting dari penerapan transisi new normal. Yakni tingkat penularan atau bilangan reproduksi efektif (Rt) harus di bawah angka 1 selama 14 hari berturut-turut. Sedangkan di Jatim, angkanya masih naik turun.

"Karena salah satu syarat penting masa transisi adalah tingkat penularan atau RT sudah di bawah 1 berturut-turut konsisten selama 14 hari. Itu yang pertama, belum yang lain-lainnya. Tapi ini saja belum terpenuhi Surabaya belum, Jawa Timur belum," imbuhnya.

Sementara Wmioindhu menyebut Surabaya menjadi sentral atau daerah dengan penularan dan kasus yang cukup tinggi. Kendati Rt di Surabaya pernah di bawah 1, namun hal ini hanya berlangsung beberapa hari saja.

Simak video 'WHO: Masih Ada Harapan di Tengah Peningkatan Covid-19':

Selanjutnya
Halaman
1 2