Sopir Mogok Protes Biaya Rapid Test Mahal, Antrean Truk Mengular 2 Km

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 15:20 WIB
sopir logistik mogok tolak rapid test yang mahal
Antrean truk yang sengaja diparkir di pinggir jalan (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Aksi mogok para sopir truk logistik memprotes rapid test mandiri yang dinilai mahal terus berlanjut. Tak hanya berada di dalam terminal, para sopir memarkirkan kendaraan mereka di pinggir jalan sejauh 2 kilometer.

Ini bentuk solidaritas para sopir logistik yang dilakukan di terminal Sritanjung, Banyuwangi.

"Kami antre di sini. Karena sebagian teman protes dan mogok di terminal Sritanjung," ujar Sanusi, sopir kendaraan logistik dari Surabaya kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Menurut Sanusi apa yang dilakukannya sebagai bentuk solidaritas dengan para sopir yang memprotes kebijakan pemberlakuan rapid test untuk kendaraan logistik.

"Kami hanya solidaritas. Ya tentu keberatan dengan kebijakan bayar rapid test mahal seperti itu. Uangnya ndak cukup. Kalau gratis kami mau," tambahnya.

Aparat kepolisian melakukan pengawalan terhadap aksi protes para sopir truk logistik yang sedang mogok. Polisi meminta para sopir meminggirkan kendaraan, agar tidak ada kemacetan di sepanjang jalan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang.

Ratusan sopir logistik yang akan menyeberang ke Bali menggelar protes di Terminal Sritanjung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Mereka memprotes kebijakan ketentuan kelengkapan surat kesehatan berupa rapid test yang sangat mahal.

Para sopir melakukan aksi mogok dan tak mau menyeberang ke Bali. Mereka hanya duduk sembari berteriak memprotes kebijakan pemerintah Provinsi Bali yang mensyaratkan para sopir logistik menyertakan surat rapid test, jika ingin masuk daerah Bali. Tak hanya itu, mereka menutup akses pintu keluar terminal Sritanjung.

(iwd/iwd)