Anggota DPR Minta Kemendag Beri Solusi soal Harga Gula Petani yang Jeblok

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 18:34 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI yang membidang BUMN, Mufti Anam
Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, Mufti Anam/Foto: Istimewa
Surabaya -

Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, Mufti Anam, meminta pemerintah memperhatikan nasib petani tebu. Petani galau karena harga gula jeblok seiring besarnya arus impor.

Harga gula petani merosot menjadi Rp 10.600 per kilogram. Pedagang enggan membeli gula petani dengan harga memadai karena sudah memegang gula impor.

"Impor besar-besaran yang berbarengan dengan masa giling puluhan pabrik gula berbasis tebu petani adalah bencana besar bagi petani. Saya sudah mengingatkan tentang ini sejak awal," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut, Rabu (17/6/2020).


"Kalau tidak ada intervensi, gula petani bisa jeblok ke batas harga pembelian pemerintah Rp 9.100 per kilogram. Padahal, biaya produksi sudah di atas itu. Ini saya kontak dengan beberapa petani di Jatim. Kasihan petani kita," imbuh Mufti.

Menurut Mufti, pangkal masalah ini adalah tiadanya analisis manajemen pasokan yang tepat dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Jika Kemendag melakukan analisis manajemen pasokan dengan tepat, sejak akhir 2019 sudah bisa dipetakan stok gula. Sehingga tidak terjadi kekurangan pasokan yang membuat harganya melambung di awal 2020. Fluktuasi harga pun lebih cepat diatasi.

"Harga yang melambung itu dijawab dengan impor, yang kelirunya sebagian berbarengan dengan masa giling puluhan pabrik gula di Jawa," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2