Kapolda Jatim Minta Pesilat di Kota Madiun Jadi Ksatria Perdamaian

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 14:15 WIB
kapolda ketemu psht
Foto: Sugeng Harianto
Madiun -

Kapolda Jawa Timur Irjen Mohammad Fadil Imran melakukan pertemuan dengan dua pimpinan perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun. Para pesilat diminta bisa menjadi ksatria perdamaian.

"Mudah-mudahan Polri juga TNI siap menjadi juru damai bersama pesilat, sehingga jiwa-jiwa ksatria akan muncul bukan sekadar simbolik namun menjadi implementasinya," ujar Fadil kepada wartawan, Rabu (17/6/2020).

Dalam pertemuan itu, Fadil sekaligus berkenalan dengan pimpinan perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jawa Timur yang ada di kota Madiun. Fadil menyebutkan organisasi pesilat sudah tercatat dalam sejarah yang panjang dalam negara Republik Indonesia. Dan silat adalah merupakan identitas bangsa.

"Organisasi pendekar-pendekar yang ada semua ini adalah positif, dengan PSHT juga membawa kebanggaan bangsa ke mata dunia termasuk sampai atau menjadi cabang olahraga di Olimpiade setara dengan caban beladiri lainnya," kata Fadil.

Fadil berharap para pesilat tidak mudah terprovokasi hasutan di media sosial. Utamanya saat sedang ada kasus yang melibatkan pesilat.

"Pada sidang besok, situasi supaya tetap kondusif, karena akan banyak sekali yang mencoba untuk menjadi provokasi. Maka, hal ini harus dibantu dengan mensosialisasikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama di media sosial (medsos), karena medsos ini jejaring sosial luas yang dapat disalah artikan oleh orang-orang yang tidak mengerti persoalan," ujar Fadil.

Fadil datang bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, serta Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah beserta jajaran.

Sementara itu, dua tokoh pimpinan dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang hadir adalah Moerdjoko dan Zakaria. Mereka menyambut baik keinginan Polri dan TNI.

Murjoko dari Pok 17 menyatakan akan tetap menjaga kamtibmas khususnya di kota dan kabupaten Madiun dan tidak ada perbuatan yang melawan hukum termasuk tindakan anarkis.

"Kami sudah membuat Surat Keputusan (SE) kepada seluruh cabang PSHT se-Indonesia agar tidak hadir ke Madiun saat sidang digelar besok. Karena, sidang akan dilakukan secara virtual dan mempersilahkan dimonitor dari masing - masing wilayah," katanya.

Sementara itu Zakaria menyebutkan, bahwa ke depan keinginan bisa damai dan bersatu tidak dalam pertarungan namun pertarungan ksatria untuk berdamai dan bersatu.

"Jadi tidak menyalahkan dan membenarkan posisi masing-masing dalam hal konsekuensi masalah hukum keperdataan. Saya meyakini, esok 18 Juni 2020 akan kondusif, kalaupun disalahkan silahkan persalahkan diri saya sendiri," kata Zakaria.

(iwd/iwd)