Tempat Tambang Belerang Kawah Ijen Rusak Akibat Gelombang 'Tsunami'

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 15:13 WIB
Akhir bulan lalu terjadi fenomena alam seperti tsunami di Danau Kawah Ijen, sehingga aktivitas penambangan belerang ditutup. Kini para penambang meminta penambangan tersebut segera dibuka kembali.
Penambang belerang di Kawah Ijen/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Fenomena alam mirip tsunami di Danau Kawah Ijen terjadi pada Jumat (29/5). Peristiwa itu membuat pipa-pipa gas belerang rusak.

Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk melakukan perbaikan pipa-pipa, yang menyalurkan gas di sekitar Danau Kawah Ijen. PT Candi Ngrimbi, operator tambang belerang di TWA Kawah Ijen belum bisa menginventarisir kerusakan yang terjadi. Namun dipastikan, penambangan belerang harus disertai dengan perbaikan pipa-pipa saluran gas belerang.

"Sesuai dengan laporan memang banyak yang rusak pipa gas-nya. Estimasi kami membutuhkan waktu sekitar 3 bulan perbaikan. Karena rusak dan hancur terkena gelombang kemarin itu," ujar Cung Liyanto, salah seorang pimpinan PT Candi Ngrimbi kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).


Ia menambahkan, jika pihaknya segera diizinkan untuk mendekati kawah, minimal bisa dilakukan langkah perbaikan pipa-pipa belerang secepatnya. Dengan kata lain, meski sudah dibuka nantinya, aktivitas penambang belum bisa langsung dilakukan. Karena mesti ada perbaikan aset terlebih dahulu.

"Belum bisa langsung digunakan menambang. Tapi minimal kita lakukan perbaikan," tambahnya.

Saat ini, seluruh penambang yang bekerja di Kawah Ijen tak bisa melanjutkan aktivitasnya. Rata-rata, saat ini mereka menganggur.

Selanjutnya
Halaman
1 2