Penambang Belerang Minta Kawah Ijen Kembali Dibuka Usai Gelombang 'Tsunami'

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 13:25 WIB
Akhir bulan lalu terjadi fenomena alam seperti tsunami di Danau Kawah Ijen, sehingga aktivitas penambangan belerang ditutup. Kini para penambang meminta penambangan tersebut segera dibuka kembali.
Penambang belerang di Kawah Ijen/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Akhir bulan lalu terjadi fenomena alam seperti tsunami di Danau Kawah Ijen, sehingga aktivitas penambangan belerang ditutup. Kini para penambang meminta penambangan tersebut segera dibuka kembali.

Permintaan itu mereka sampaikan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi. Sebab, penutupan itu membuat para penambang belerang menganggur sehingga tidak memiliki pemasukan.


"Kami minta untuk adanya pembukaan kembali penambangan belerang. Kami sudah tidak punya uang lagi. Jika dibuka, maka perekonomian kami bisa ada pemasukan," ujar Arifin, petugas Sulfatara penambangan belerang Ijen kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Arifin menyampaikan, per hari, penambang belerang minimal mendapatkan uang dari mengangkut belerang sekitar Rp 70 ribu. Itu jika mereka mengangkut belerang satu kali dalam sehari. Jika dua kali mengangkut, penambang belerang bisa mendapatkan upah dua kali lipat.

Selanjutnya
Halaman
1 2