Sambut New Normal New Spirit, Pelukis Banyuwangi Gelar Melukis On the Spot

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 16:37 WIB
new normal pelukis di bali
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

New normal New Spirit diterapkan oleh seniman di Banyuwangi. Mereka menggelar melukis on the spot dengan mengangkat tema 'Lencir Kuning'. Hasil lukisan para seniman ini rencana akan dilelang dan didonasikan untuk peduli COVID-19.

Tangan terampil empat seniman Banyuwangi, N. Kojin, Windu Pamor, Slamet Sugiono dan S. Yono dengan lincah memainkan kuas dimasing-masing kanvas mereka, di sebuah sanggar, 'Langgar Art' di kelurahan Sobo kecamatan Banyuwangi, Senin (15/6/2020). Seorang model cantik duduk diam berpose tersenyum menggambarkan harapan baru sebuah kehidupan.

"Kita memiliki perasaan yang sama dengan masyarakat. Terdampak secara ekonomi atas adanya COVID-19. Saatnya kita bangkit dengan spirit dengan adanya New Normal," ujar N. Kojin, seniman lukis Banyuwangi kepada detikcom.

Tema Lencir Kuning, kata Kojin, merupakan sebuah pandangan seniman dalam menyikapi kehidupan. Dalam bahasa Using (suku khas Banyuwangi) Lencir Kuning adalah menggambarkan gadis cantik. Gadis cantik ini siap memasuki jenjang selanjutnya yakni pernikahan.

"Makanya kita ambil tema Lencir Kuning. Karena namanya gadis itu ya siap menikah. Dia siap untuk mengikuti tatanan baru dalam kehidupan rumah tangga. Ini New Normal dan New Spirit dari kacamata seniman Banyuwangi," tambahnya.

Berbagai macam aliran lukisan dipraktikkan oleh seniman Banyuwangi ini. Diantaranya aliran realis spontan, realis eskpresif, dan realis sketsa.

"Kesulitan melukis on the spot ini terletak pada menangkap bentuk objek, karakter objek dan juga kedalaman objek itu sendiri yang dituangkan di atas kanvas," tambahnya.

Untuk satu lukisan on the spot ini para seniman membutuhkan waktu sekitar dua jam. Rencananya, hasil lukisan Lencir Kuning ini bakal dilelang untuk didonasikan kepada penanganan COVID-19.

"Kita akan lelang. Dan hasilnya nanti akan kami donasikan ke penanganan COVID-19," pungkasnya.

Aksi melukis on the spot para seniman ini mendapat respon positif dari para pecinta dan penikmat seni lukis. Mereka sengaja datang langsung untuk melihat proses dan hasil dari lukisan tersebut. Terlebih lukisan ini nantinya akan dilelang dan hasilnya untuk peduli COVID-19.

"Saya tertarik dengan aksi on the spot lukisan seniman Banyuwangi ini. Mereka tidak habis ide meski dalam keadaan pandemi. Sangat bagus lukisannya," ujar Saifuddin Mahmud, penikmat dan kolektor seni lukisan.

Selesai melukis, para seniman dan warga sekitar langsung menggelar syukuran nasi kuning tumpeng yang berisi lauk pauk dan hasil bumi. Syukuran itu memiliki harapan agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir serta seluruh masyarakat bisa bekerja dan beraktivitas kembali pada tatanan kehidupan baru atau new normal.

(iwd/iwd)