Sekda Bondowoso Jadi Tersangka, Ini Kasus Hukum yang Membelitnya

Chuk Shatu Widarsa - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 12:50 WIB
Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah
Sekda Bondowoso (Foto: Chuk Shatu Widarsa/detikcom)
Bondowoso - Polisi menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso , Syaifullah, sebagai tersangka. Polisi mengaku masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut.

Syaifulah masih setahun menjabat sebagai Sekda Bondowoso tersebut disangka telah melakukan ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Iya, betul. Sudah jadi tersangka," ungkap Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, saat ditemui detikcom di Mapolres Bondowoso Jalan Veteran, Senin (15/6/2020).

Dia menjelaskan setelah sekda tersebut ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya langsung melakulan pemeriksaan lebih intensif dan mendalam, serta pengembangan penyidikan.

Data dihimpun, perkara hukum yang membelit Sekda Syaifullah berawal saat Alun Taufani, yang saat ini menjabat Kepala Perpustakaan dan Arsip melapor polisi, dengan bukti LP/92N/2020/JATIM/RES BWO, tanggal 5 Mei 2020.

Dalam laporannya, Syaifullah diduga dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik. Isinya, melakukan ancaman kekerasan terhadap pelapor, Alun Taufana.

Atas laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan menghimpun bukti-bukti serta keterangan sejumlah saksi pendukung lainnya. Termasuk memanggil terlapor untuk diperiksa.

Setelah dinilai cukup bukti, polisi kemudian menetapkan Syaifullah sebagai tersangka dengan menerbitkan Surat Ketetapan Tersangka No: S.TAPI28/VI/2020/Satreskrim, tanggal 12 Juni 2020.

Syaifullah disangka melanggar pasal 45B UU No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Serta pasal 45 ayat 3 juncto pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, juncto pasal 335 KUHP.

(fat/fat)