Mal Tangguh di Surabaya Bersiap Diri Sambut New Normal New Spirit

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 22:03 WIB
tunjungan plaza
Aturan di salah satu rumah makan di mal (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Mal di Surabaya telah beroperasi dalam masa transisi new normal dengan mengusung konsep mal tangguh. Bagaimana detail dan persiapan mal di era normal tersebut?

Pantauan detikcom di salah satu mal yang menjadi mal tangguh yakni Tunjungan Plaza (TP), jam buka mal ini saat transisi new normal mulai pukul 11.00-21.00 WIB.

Ketangguhan mal ini terlihat mulai dari pintu masuk. Security yang bertugas mengarahkan pengunjung untuk mencuci tangan di wastafel dan menuju bilik ultraviolet.

Setelah itu pengunjung dicek suhu tubuh menggunakan alat thermal scanner. TP sendiri menerapkan one way system untuk alur lalu lintas pengunjung mal. Hal ini untuk mengurangi risiko pengunjung yang berpapasan.

Ada beberapa security yang disiapkan di persimpangan di dalam mal untuk mengarahkan pengunjung serta menegur bila tidak sesuai jalur. Meski sudah banyak terpasang tanda one way, masih ada beberapa pengunjung yang masih salah jalur.

Beberapa gerai makanan/kafe juga mulai kembali buka dan memperbolehkan makan di tempat. Namun pegawai diwajibkan menggunakan face shield. Salah satunya di Tobys State.

Di kafe ini, pengunjung yang masuk wajib men-scan barcode untuk memasukkan identitas. Selain dicek protokol kesehatan, pengunjung wajib men-scan identitas diri. Hal itu dilakukan untuk pendataan pengunjung.

Hal serupa juga ada di gerai makan sepuasnya Shaburi Kintan Buffet, pengunjung wajib men-scan identitas diri menggunakan barcode.

Bila makan sepuasnya biasanya pengunjung bebas mengambil secara langsung, kini pengunjung yang mau mengambil makanan diwajibkan memanggil pelayan. Bahkan pengunjung wajib menggunakan sarung tangan plastik untuk mengambil piring. Setelah itu sarung tangan dibuang ke sampah alias sekali pakai.

Sementara di salah satu toko elektronik, pegawai juga diwajibkan menggunakan face shield karena berkomunikasi langsung dengan pengunjung.

Hal paling berbeda ada di foodcourt. Di foodcourt, setiap meja diberi papan sekat pembatas untuk pengunjung. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kontak langsung antar pengunjung.

Salah satu pengunjung bernama Rizky mengatakan dirinya merasa nyaman karena protokol ketat mal selama pandemi ini. Meski begitu, ia masih tidak terbiasa dengan protokol baru transisi new normal.

"Masih belum biasa. Tadi aja jalan ditegur satpam, karena jalurnya salah. Ini di foodcourt juga ada sekat pembatas. Meski sama temen sendiri tetap dibatasi, unik juga. Tapi bagus bisa meminimalisir penyebaran virus," kata Rizky.

(iwd/iwd)