Hotel di Surabaya Bentuk Satgas COVID-19 Selama Transisi New Normal

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 21:13 WIB
tamu hotel di surabaya
Tamu hotel disemprot disinfektan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Hotel di Surabaya hari ini menerima perwali transisi new normal. Dalam perwali bagian delapan pasal 18 menyebutkan setiap pengelola kegiatan membentuk satuan tugas mandiri tanggap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan bertanggung jawab penuh.

General Manager Hotel Regantris Surabaya, Eggy Rigata kini tengah mempersiapkan tim satgas COVID-19 saat hotel kembali dibuka pada 1 Juli. Dibentuknya tim satgas ini selain mengacu perwali juga SE Kemenkes.

"Kita akan buat secara internal, ada tim bencana sekitar 8-10 orang nanti yang kita masukan sebagai tim gugus COVID-19. Ini persiapan sebelum buka pada 1 Juli," kata Eggy saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/6/2020).

Selain itu, Hotel Regantris juga menyiapkan satu ruang isolasi di samping hotel dan terdapat tim satgas yang sudah lengkap mengenakan hazmat (APD). Ruangan tersebut nantinya untuk tamu yang memiliki gejala.

"Kita siapkan ruang isolasi di samping hotel ruangan sebelum tamu dijemput tim medis, tidak di dalam hotel kok ruang isolasinya. Kita juga kerja sama dengan RKZ yang terdekat untuk merujuk tamu yang bergejala," ujarnya.

Eggy mengatakan, yang menjadi pembeda dari Hotel Regantris kemungkinan dari ruang isolasi. Karena tidak semua hotel menyediakannya.

"Kurang lebih sama tidak ada perbedaan, cuman yang kelihatan ruang isolasi ada di luar. Beberapa hotel ada yang keberatan ruang isolasi. Satu minggu sebelum buka kita juga melakukan simulasi terlebih dulu untuk cara penanganannya," jelasnya.

Selebihnya, untuk standar protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat seperti aturan pada perwali.

Sementara di Hotel The Alana Surabaya justru sudah memiliki tim satgas COVID-19 dari tim tanggap bencana. Setidaknya terdapat 8 orang yang akan memonitori protokol kesehatan.

"Tim satgas COVID di hotel kami sudah siapkan timnya, kebetulan kami ada tim tanggap bencana sebelumnya kami jadikan satu. Tim satgas sekitar delapan orang," kata General Manager The Alana, Adiat Prabowo.

Di Hotel The Alana juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Salah satunya adalah mengukur suhu badan, jika didapati tamu yang memiliki gejala akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dari properti.

"Bukan berarti tidak boleh masuk hotel, tapi kami berusaha merekomendasikan untuk memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit yang sudah kerja sama dengan kami," jelasnya.

Untuk ruang isolasi, The Alana memang tidak memiliki secara khusus. Namun terdapat ruang transit di area depan hotel sebelum masuk lobby.

"Tapi ruang transit menunggu ada, karena suhu tinggi bisa saja karena aktivitas seseorang selama berada di luar biasanya, kita tunggu 15 menit kalau efek dari suhu di luar baru kita perbolehkan masuk," pungkasnya.

(iwd/iwd)