Seorang Seniman di Surabaya Tantang Hirup Mulut Pasien COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 16:14 WIB
Taufik Monyong
Taufik Monyong (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Seorang seniman asal Surabaya, Taufik Hidayat atau yang kerap disapa Taufik Monyong, menantang diri untuk menghirup mulut pasien positif COVID-19. Hal ini untuk membuktikan jika sudah tak ada lagi kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya di Jatim dan Surabaya.

Ucapan Taufik itu ada dalam video yang viral di media sosial hingga aplikasi percakapan. Dalam video berdurasi 4 menit 55 detik yang dibuat tanggal 6 Juni 2020 ini, Monyong menyebut jika usai dirinya menghirup mulut pasien COVID-19 dan tidak meninggal dunia, berarti sudah tak ada lagi kasus COVID-19.

"Saya Taufik Hidayat atau Cak Monyong tanggung jawab kalau memang masih ada yang terpapar 200, 2.000 saya bertanggung jawab. Saya akan mencoba apakah orang tersebut COVID-19 atau tidak, saya akan datang, datang ke rumah sakit kalau diperintah oleh pemerintah untuk saya sedot COVID-19-nya, Kalau saya tidak mati, berarti sudah tidak ada Corona," ucap Monyong dalam video yang dilihat detikcom di Surabaya, Rabu (10/6/2020).

Menurut Monyong, COVID-19 ini tak lain merupakan konspirasi fitnah yang diada-adakan. Dia meminta masyarakat tidak panik karena sejatinya COVID-19 tak ada di Indonesia.

"Kalau memang COVID-19 ini ada di Jawa Timur atau di Surabaya, saya minta kepada staf juru bicara Kementerian Kesehatan atau juru bicara kepresidenan, akan saya sebarkan, Jawa Timur saya pastikan sudah tidak ada COVID-19, yang terdampak dan terpapar Corona yang mematikan," ujarnya.

Monyong menilai upaya pemerintah dari adanya patroli kendaraan mobil dari petugas kesehatan, kepolisian, Satpol PP yang menjadi satgas COVID-19 merupakan hal yang menghabiskan anggaran. Karena, tidak menemukan apa-apa dan justru menambah kepanikan masyarakat.

"Ini hanya sekadar COVID-19 dalam pandangan kami adalah konspirasi fitnah yang tidak ada diada-adakan sehingga menjadi ketakutan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur dan Surabaya," imbuh Monyong.

Selanjutnya
Halaman
1 2