Gubernur Khofifah Dukung Raperda Obat Tradisional yang Digodok DPRD Jatim

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 21:09 WIB
Gubernur khofifah paripurna di DPRD Jatim
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perlindungan Obat Tradisional. Raperda ini dibahas karena di tengah pandemi COVID-19, obat tradisional atau herbal terbukti memiliki efektifitas membangun imunitas tubuh.

Saat menghadiri rapat paripurna, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut dirinya mendukung langkah ini. Hal ini juga tengah dibahas Khofifah dengan Menteri Kesehatan.

"Apa yang disampaikan juru bicara Komisi E tentang Raperda Perlindungan Obat Tradisional menjadi bagian yang sangat strategis. Kami juga telah membahas dengan Menkes RI dan Kepala Gugus Tugas Pusat terkait banyaknya produk herbal yang bisa membangun imunitas tubuh melawan COVID-19," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (8/6/2020).

Terlebih saat ini di RSU dr Soetomo telah ada unit rawat jalan obat tradisional Indonesia. Namun, poli tersebut belum bisa berkembang dengan baik karena belum masuk skema BPJS, sehingga tidak bisa reimburse.

Khofifah menambahkan saat ini di Fakultas Kedokteran Umum (FKU) Universitas Airlangga Surabaya telah memiliki program D3 untuk Prodi Pengobatan Tradisional atau disebut Batra. Dengan adanya Prodi ini, tenaga medis yang memiliki kemampuan memberikan pelayanan tradisional juga telah disiapkan.

"Sehingga apa yang diinisiasi oleh DPRD Provinsi Jawa Timur ini skalanya akan menjadi luas sekali dan strategis bagi sediaan famasi dan obat-obatan di masa yang akan datang. Insya Allah Raperda tersebut juga akan bisa menembus sekat-sekat yang selama ini menjadi kendala," papar Khofifah.

"Utamanya tentang bagaimana meningkatkan penggunaan obat-obat tradisional herbal, serta sekaligus meningkatkan kemampuan dari tenaga medis yang berbasis pengobatan tradisional," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2