Transisi New Normal di Surabaya, Kangen Ngemal Tanpa Melupakan Protokol

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 15:01 WIB
tunjungan plaza
Meja di food court diberi pembatas (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Sempat sepi saat PSBB, Tunjungan Plaza (TP) kini mulai bergeliat di masa transisi new normal. Stan-stan yang sempat tutup selama PSBB, kini kembali buka.

Bergeliatnya mal terbesar di Surabaya ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sejumlah pembatasan hingga physical distancing diterapkan. One way juga diterapkan sehingga tak ada pengunjung yang berpapasan langsung.

Lebih banyak stan yang buka di TP berbanding lurus dengan mulai ramainya pengunjung. Dari pantauan detikcom, TP sudah mulai ramai pengunjung. Beberapa stan, khususnya makanan, kembali buka setelah tutup saat PSBB. Kursi dan meja di food court pun sudah ditata kembali, hanya jumahnya dibatasi dan diatur jaraknya.

Setiap meja makan dipasang sekat portabel untuk menghindari kontak secara langsung. Hal ini membuat pengunjung yang datang merasa aman dan nyaman. Sebab, protokol kesehatan sudah diterapkan. Tinggal bagaimana setiap individunya mau disiplin atau tidak.

tunjungan plazaOne way di Tunjungan Plaza (Foto: Esti Widiyana)

Salah satu pengunjung, Alfiatus Sholiha (18) mengatakan dirinya sangat merindukan mal. Bahkan dia sudah menanti selama tiga bulan lamanya hanya untuk ngemal.

"Akhirnya bisa ke mal lagi. Tiga bulan saya nggak ke mal, terakhir sebelum Unas. Kangen banget rasanya sama mal," kata Alfiatus dengan wajah girang kepada detikcom di TP, Selasa (9/6/2020).

Hal yang sama juga dirasakan Melinda Yunia Sari (18) yang merindukan makanan dan belanja. Meskipun dia tahu bahaya Corona, tapi dengan protokol yang diterapkan mal, dia merasa akan lebih aman.

"Kangen belanjanya, makanannya. Semakin bagus penerapan protokolnya membuat kita nyaman dan semakin aman. Tapi diri sendiri juga harus disiplin," ujarnya.

Sementara karyawan stan makanan ringan yang baru buka, Indah mengatakan di hari pertama buka setelah PSBB sudah mulai banyak pembeli yang datang. Sebelumnya, saat PSBB standnya terpaksa ditutup karena sangat sepi dan tidak ada tempat duduk.

"Ada keputusan PSBB selesai kami buka lagi, sudah disediakan kursi dan meja juga. Sudah banyak pembeli, yang penting protokolnya harus taat," kata Indah. (iwd/iwd)