Ini Kata RS Paru Soal Sekeluarga Paksa Bawa Pulang Jenazah Tanpa Protokol COVID

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 12:33 WIB
Satu Keluarga di Surabaya Mengambil Paksa Jenazah Positif COVID-19
Keluarga dan warga dorong jenazah pasien COVID (Foto: Tangkapan layar WhatsApp)

Usai diantar melihat jenazah, kedua anggota keluarga tersebut mohon izin turun untuk menemui anggota keluarga yang sudah menunggu di bawah.

Setelah melihat jenazah itu mereka keluar ruangan dan pamit ke bawah ingin menemui anggota keluarga lainnya. Saat itu juga sekelompok orang berjumlah 10 orang langsung menerobos ruang isolasi dan memaksa membawa pulang jenazah.

Pihak rumah sakit bukannya tinggal diam. Sekuriti dan perawat sempat mau mencegah. Namun karena mendapat ancaman, sekuriti dan perawat akhirnya tak bisa berbuat apa-apa. Menurut Diah, penjemputan jenazah itu sendiri sudah direncanakan.

"Waktu ke bawah rupanya keluarga ini sudah menyiapkan (rencana) membawa paksa pulang (jenazah), sepertinya. Soalnya beberapa saat mereka turun usai melihat jenazah kemudian ada serombongan keluarga pasien menerobos masuk ke ruang isolasi khusus kami," beber Diah.

"Saat itu petugas keamanan dan perawat kami juga tidak bisa menghalangi karena diancam. Kemudian mereka membawa keluar paksa jenazah," tandas Diah.

Satu keluarga asal Pegirian, Surabaya, membawa pulang jenazah positif COVID-19 tanpa protokol kesehatan. Mereka tidak ingin jenazah tersebut dimakamkan dengan protokol COVID-19. Mereka berdalih jenazah perempuan berusia 48 tahun itu tidak positif COVID.


(fat/fat)