Kesulitan Akses Laman PPDB Jatim, Ini Tipsnya

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 17:07 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Foto: Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Surabaya -

Penerimaan Peserta Didik Baru awa Timur (PPDB Jatim) untuk SMA/SMK dibuka hari ini diserbu pendaftar. Saking banyaknya pendaftar, sejumlah pihak kesulitan mengakses laman http://ppdbjatim.net untuk mendapatkan PIN.

Lalu, bagaimana tips agar masyarakat bisa mudah mendapatkan PIN untuk mendaftar?

Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPT-TIKP) Dinas Pendidikan Jatim Alfian Majdie mengatakan jika pengunjung situs PPDB berada di lokasi dengan jaringan yang lemah, maka mereka akan kesulitan membuka laman. Saat kondisi itu terjadi, orang tua tidak perlu panik.

Untuk itu, Alfian memberikan tips agar bisa masuk ke laman untuk mendapatkan PIN. Alfian mengatakan tips nya adalah pastikan provider yang dipakai memiliki jaringan yang lancar.

"Mereka (orang tua) merasa panik saat proses membuka laman lama. Jadi mohon memastikan jaringan lancar selama menjangkau website PPDB," pesan Alfian.

Alfian menyebut pengambilan PIN hanya bisa dilakukan secara online. Alfian ingin masyarakat tidak mendatangi sekolah untuk mendaftar karena tak akan dilayani.

Sementara jika ada yang merasa kesulitan, dia ingin para wali dan siswa bisa menelepon call center yang tersedia untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

"Kami tidak membuka layanan pengambilan PIN di sekolah karena mengutamakan protokol kesehatan bagi anak-anak. Agar mereka minim melakukan kontak di luar rumah," tutup Alfian.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Jawa Timur mulai dibuka hari ini. Sejak pukul 08.00, para calon peserta didik sudah bisa mengunggah berkas dan mengambil PIN pendaftaran di laman http://ppdbjatim.net.

Hingga pukul 14.14 WIB, peserta pengajuan PIN telah mencapai 41.263 orang. Sedangkan ada 7.366 peserta yang sudah mendapatkan PIN. Membludaknya peserta diantisipasi dengan kapasitas server yang lebih besar.

"Masalahnya bisanya jaringan provider, karena kami memakai kapasitas server 64 core. Bahkan mulai pukul 07.00 sampai 21.00 kami memakai 128 core. Ini sudah mencukupi," tandas Alfian.

(hil/iwd)