Penjual Kerupuk Ini Tak Kecewa Hajinya Ditunda Meski Berat Perjuangannya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 09:06 WIB
Mewujudkan mimpi orang tua. Itulah yang memotivasi Agus Santoso (47) rela jatuh bangun, demi menunaikan ibadah haji bersama istrinya.
Penjual kerupuk di Mojokerto, Agus Santoso (47)/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Mewujudkan mimpi orang tua. Itulah yang memotivasi Agus Santoso (47) rela jatuh bangun, demi menunaikan ibadah haji bersama istrinya.

Bapak dua anak ini akhirnya mampu melunasi ongkos ibadah haji dengan menyisihkan penghasilannya dari berjualan kerupuk selama 9 tahun.

Agus tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah sederhana di Dusun Bangsri, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Hampir separuh ruang tamu rumahnya sarat dengan kerupuk siap jual. Mulai dari kerupuk mawar, tahu stik, tahu kotak, kerupuk jengkol, hingga kerupuk jenis impala.

Siapa saja tak akan menyangka Agus menjadi salah seorang jemaah calon haji yang sedianya berangkat tahun ini. Tak tanggung-tanggung, ia akan menunaikan haji bersama istrinya, Alifah (40). Almarhum sang ayah Isdolah yang meninggal dunia 2007 silam, menjadi motivator baginya.


"Saya punya niat besar berangkat haji dari orang tua. Karena orang tua saya belum haji, sementara enam saudaranya sudah haji semua. Itu sering menjadi omongan keluarga besar, saya sedih. Maka saya bertekat berangkat haji mewakili keluarga orang tua saya," kata Agus kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (6/6/2020).

Bermodal Rp 5 juta, Agus nekat mendaftar haji melalui KBIH Armina di Mojosari, Mojokerto tahun 2010. Tak pelak niatnya sempat ditolak oleh pihak KBIH. Karena duit yang dia setorkan saat itu terlalu sedikit sebagai uang muka biaya porsi haji. Yakni mencapai Rp 50 juta untuk dua orang.

"Saya marah waktu itu. Kalau saya tak diterima, tak masalah, tapi selamanya saya tidak akan naik haji. Alhamdulillah akhirnya diterima oleh istri pemilik KBIH Armina," ungkapnya.

Sejak saat itu, Agus semakin bekerja keras menekuni bisnis kerupuk yang dia geluti selama 19 tahun. Bisnis kerupuk tersebut cukup sederhana. Setiap hari Agus hanya membeli kerupuk mentah dari agen. Dia lantas menggoreng dan membungkus kerupuk tersebut. Kemudian menjualnya ke warung-warung.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2